Pamit Ritual Tirakat, Pria Blitar Ditemukan Tewas Membusuk di Loteng Rumahnya

Erliana Riady - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 18:53 WIB
pamit ritual ditemukan tewas membusuk
Lantai dua tempat jenazah Ahmad ditemukan membusuk (Foto: Dok. Polres Blitar)
Blitar -

Ahmad Sulis Widaryanto (45) ditemukan tewas membusuk di lantai dua rumahnya di Desa Tumpakoyot Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Sebelumnya Ahmad pamit kepada istrinya untuk ritual tirakat.

Istrinya, Siti Marlinah (41) menyebut, suaminya kerap melakukan ritual semacam itu selama satu hari dua malam. Namun saat pamit terakhir tirakat pada keluarganya Jumat (27/8) sekitar pukul 20.30 WIB, rupanya akhir perjumpaan Ahmad dengan keluarganya.

Karena Senin (30/8/2021) anaknya mencium bau busuk dari kamar di lantai dua, tempat bapaknya biasa bertapa.

"Begitu pintu kamar dibuka, ternyata Ahmad sudah meninggal dan tubuh korban membusuk," jelas Kapolsek Bakung AKP Sunari, Senin (30/8/2021).

Sebenarnya, pada Sabtu (29/8) anak dan istrinya masih melihat Achmad berada di dalam kamar tempatnya ritual. Namun mereka mengira, Ahmad masih tidur sehingga tidak berani mendekati.

Begitu mengetahui kondisinya tubuh suaminya ditemukan telah membusuk, sang istri melaporkannya ke pihak kepolisian. Di dalam kamar itu, polisi menemukan beberapa benda yang diduga sebagai sarana Ahmad saat melaksanakan ritual.

Benda-benda itu di antaranya mangkuk kecil berisi sisa nasi putih,botol berisi air putih, dupa atau ratus yang sudah dibakar dan belum dibakar. Selain itu ditemukan juga minyak ritual yang dibungkus kain warna putih bertuliskan kata kata ritual, kertas bertuliskan kata ritual, dan sisa lilin yg sudah terbakar dan tanah.

Hasil pemeriksaan tim medis, tubuh korban kondisi kaku, sudah membusuk dan tubuh tidak ada luka akibat penganiayaan atau kekerasan.

"Menurut keterangan Istri korban, korban tidak mengidap penyakit atau dirawat karena sakit. Namun sehari sebelumnya, korban mengeluh kurang enak badan dan perutnya terasa sakit sehingga minum obat maag," imbuhnya.

Karena pihak keluarga menolak jasad Achmad diautopsi, mereka membuat surat pernyataan di atas materai yang diketahui pamong desa setempat.

(iwd/iwd)