Setahun Ini KPK OTT 2 Bupati di Jatim, Kasus Sama dan Barang Bukti 'Kecil'

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 12:47 WIB
bupati probolinggo
Bupati Probolinggo keluar dari Polda Jatim (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Di tahun ini, KPK telah melakukan OTT pada dua kepala daerah di Jatim. Penangkapan dua bupati ini memiliki kesamaan kasus dan barang bukti yang bernilai 'kecil', hanya ratusan juta.

Pada Senin (10/5) KPK bekerjasama dengan Bareskrim Mabes Polri melakukan OTT terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. Novi ditangkap dalam kasus jual beli jabatan kepala desa.

Dari penangkapan tersebut, penyidik menyita uang Rp 647 juta lebih dari brankas di rumah Novi. Kini, Novi telah ditetapkan tersangka dan kasusnya tengah ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri.

Kasus Bupati Nganjuk kurang lebih sama seperti kasus Bupati Probolinggo yang ditangkap pada Senin (30/8/2021) sekitar pukul 02.00 WIB. Pada jam itu KPK melakukan OTT pada Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya yang seorang Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Hasan Aminuddin di kediaman pribadinya.

Penangkapan Tantri, sapaan akrab Bupati Probolinggo, diduga berkaitan dengan jual-beli jabatan kepala desa atau kades. Dalam OTT ini, KPK turut menyita uang ratusan juta rupiah. Informasi yang dihimpun, diduga ada uang sekitar Rp 360 juta yang disita KPK.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan penangkapan Bupati Tantri dengan suaminya. Keduanya saat ini masih berstatus sebagai terperiksa.

"Benar KPK telah melakukan giat penangkapan di sebuah kabupaten di Jawa Timur," kata Ghufron, Senin (30/8/2021).

Bupati Nganjuk Novi Rahman telah ditetapkan sebagai tersangka kasus jual beli jabatan. Saat ditunjukan kepada wartawan, Novi Rahman tampak diborgol dan memakai baju tahanan.Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat

Terpisah, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan OTT itu dilakukan pada pukul 02.00 WIB. Totalnya ada 10 orang yang diamankan.

"Sejauh ini ada sekitar 10 orang yang diamankan di antaranya kepala daerah, beberapa ASN Pemkab Probolinggo dan pihak-pihak terkait lainnya," ucap Ali.

"Tim KPK masih melakukan permintaan keterangan kepada pihak-pihak dimaksud untuk kemudian dalam waktu 1 x 24 jam segera kami tentukan sikap terhadap hasil kegiatan penyelidikan dimaksud," imbuhnya.

Simak Video: Profil Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari yang Kena OTT KPK

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)