IDAI Jatim Sebut Hibrid Bisa Jadi Salah Satu Alternatif Sekolah Tatap Muka

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 15:18 WIB
Dinas Pendidikan Surabaya kembali menggelar simulasi sekolah tatap muka untuk SMP. Kali ini digelar dengan menghadirkan siswa-siswi.
Simulasi sekolah tatap muka di Surabaya (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka di Surabaya masih belum digelar. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim menyebut pembelajaran hibrid merupakan salah satu alternatif.

"Gelombang akan datang dan pergi. Jika kasus meningkat maka PTM harus ditutup lagi. Hibrid bisa dilakukan yakni secara online dan offline dalam pembelajaran, hibrid ini merupakan salah satu alternatif juga," kata Bidang Pengembangan, Penelitian & Pendidikan IDAI Jatim dr Dominicus Husada saat dihubungi detikcom, Senin (30/8/3021).

IDAI Jatim memberi beberapa pendapat, namun sifatnya hanya pendapat. Sebab, wewenang PTM ada pada Kemendikbud. Pendapat tersebut seperti sudah dilakukannya vaksinasi kepada guru dan pegawai sekolah, hingga murid yang usianya di atas 12 tahun.

"IDAI menyarankan semua orang dewasa yang berada di lingkungan PTM sudah divaksinasi. Kalau muridnya usia 12 tahun ke atas juga sudah divaksinasi," jelasnya.

Protokol kesehatan juga harus diterapkan dengan ketat ketika nantinya dilakukan sekolah tatap muka. Protokol kesehatan itu seperti ventilasi terbuka, menggunakan masker, dan cuci tangan.

"Orang tua berhak memutuskan untuk anaknya. Jika sudah PTM, jangan ada yang bohong, kalau merasa sakit lapor segera," tegasnya.

Selain itu, secara umum, pendapat IDAI Jatim ini lebih lunak dari pada tahun lalu. Dimana tahun lalu vaksin belum ada dan kasus sedang banyak. Sedangkan saat ini, siswa sudah mulai tervaksinasi.

"Pada dasarnya itu akan membuat keamanan lebih baik. Masalahnya, anak yang divaksin itu masih sedikit. Gak mungkin juga mereka (siswa) menunggu terlalu lama," pungkasnya.

(iwd/iwd)