Long COVID-19 Bisa 6 Bulan, Rasanya Nyeri dari Ujung Kaki Sampai Kepala

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 14:51 WIB
Shot of stressed business woman working from home on laptop looking worried, tired and overwhelmed.
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/nensuria
Surabaya -

Selama pandemi COVID-19, banyak penyintas yang mengalami long COVID-19. Kebanyakan, mereka mengeluh nyeri kaki dan ngos-ngosan setelah berjalan hingga daya pikir melambat.

Menurut Anggota Satgas COVID-19 RS Unair dr Wiwin Is Effendi SpP, long COVID-19 merupakan gejala yang tersisa setelah dinyatakan sembuh dari Corona. Di mana muncul berbagai gejala mulai dari ujung kaki sampai kepala.

"Jadi dari mulai kelelahan, sesak, ada jurnal juga yang mengatakan sampai rambut rontok, meskipun itu jarang ya. Yang paling sering ya batuk atau lemah dan sesak, dan batuk itu dominan," kata Wiwin saat dihubungi detikcom, Jumat (27/8/2021).

"Saya bahkan ada teman. Semacam orang depresi atau ngomongnya belibet, brain fog. Itu gejala yang muncul dari sistem saraf. Gejala yang sering muncul ya itu," tambahnya.

Efek long COVID-19 ini tak hanya dirasakan beberapa saat saja. Melainkan bisa hingga lebih dari enam bulan.

"Itu bisa bertahan 3 minggu sampai 6 bulan. Bahkan ada juga yang lebih dari 6 bulan juga bisa. Istilahnya sub akut yang kurang dari 6 bulan, sampai bener-benar lebih dari 6 bulan," ujarnya.