7 Fakta di Balik Tragedi Ambruknya Lantai Dua Rumah di Surabaya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 10:14 WIB
Sebuah rumah di Tambaksari, Surabaya, tiba-tiba ambruk. Tiga orang menjadi korban dan salah satunya meninggal dunia.
Saat penghuni rumah dievakuasi (Foto: Esti Widiyana/Detikcom)
Surabaya -

Lantai dua sebuah rumah di Jalan Tambaksari Selatan gang 4 nomor 11 ambruk. Peristiwa tak terduga itu terjadi pada Senin (25/8) sekitar pukul 08.30 WIB.

Berikut fakta-fakta musibah di pagi hari tersebut:

Korban tiga orang

Tiga orang menjadi korban. Mereka adalah Muhammad Naufal Harianto (13), Fitri Rani Wulandari (38), dan Nani Sumarni (57). Mereka adalah anak, istri, dan ibu dari Musa Harianto (39), kepala keluarga tersebut.

Satu orang meninggal

Satu di antara tiga korban lantai dua yang ambruk dinyatakan meninggal. Korban meninggal adalah Fitri Rani Wulandari (38). Fitri meninggal pukul 10.06 WIB saat dalam perjalanan menuju rumah sakit usai dievakuasi.

Baca juga: Tragedi Rumah Ambruk di Surabaya yang Tewaskan Satu Penghuninya

Lantai dua yang ambruk terbuat dari kayu

Kapolsek Tambaksari Kompol Akhyar mengatakan lantai dua yang ambruk bukan terbuat dari cor, melainkan kayu. Runtuhnya lantai juga menarik dinding tembok yang juga runtuh.

Lantai dua ambruk karena kayu lapuk

Ambruknya lantai dua dikarenakan kayu yang lapuk karena usia dan dimakan rayap. Lantai dua sendiri disesaki barang yang cukup berat seperti lemari kayu, etalase, kasur, dan juga tas. Rumah itu sendiri ditempati sejak tahun 1960-an.

Korban meninggal temani anak daring sebelum lantai dua ambruk

Salah satu tetangga, Linda kadiana (57) mengaku saat itu ia sedang duduk-duduk di dekat rumah korban sembari melihat korban menemani anaknya belajar daring.

"Saya sempat lihat Bu Fitri menemani anaknya belajar daring. Setelah itu saya duduk-duduk di sini (Jaraknya sekitar 4 meter), tiba-tiba kok langsung brukk!," kata Linda.

Baca juga: Saat Suara Suami Korban Rumah Ambruk di Surabaya Bergetar Azani Istri

Korban meninggal selamatkan anak

Tetangga menyebut Fitri seakan mengorbankan nyawanya untuk melindungi anaknya,, Naufal, saat lantai dua rumahnya tiba-tiba ambruk. Saat kejadian, Fitri sedang menemani Naufal belajar daring.

"Saya kaget, gemetar tidak karuan. Saya tidak tega lihat rumah dan korban yang tertimpa di dalam bangunan ambruk. Saya sampai nangis, orangnya kayak meluk anaknya saat dievakuasi," ujar salah satu tetangga, Sri.

Rumah rencananya diperbaiki sebelum ambruk

Musa Harianto menyadari bahwa rumah itu sudah tua. Temboknya pun sudah reatak. Ia berencana memperbaiki rumah itu pekan depan saat libur kerja. Tapi belum sempat terealisasi, rumah tersebut keburu ambruk.

"Firasat tidak ada, fisiknya tembok sudah retak. Kan kerja kadang lembur, rencana hari Minggu besok dibetulin tahunya ada kabar gini. Retaknya tambah lebar," kata Musa.

(iwd/iwd)