Korban Meninggal Rumah Ambruk Berkorban Nyawa, Ditemukan Telungkup Peluk Anaknya

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 16:10 WIB
Surabaya -

Kondisi Fitri Rina Wulandari (38), korban meninggal gegara tertimbun rumah ambruk di Surabaya, nyaris tidak tampak luka. Namun saat berhasil dievakuasi sempat mendapat bantuan oksigen.

Saat dievakuasi, korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup seperti melindungi anaknya, M Naufal Arianto (13) dari reruntuhan. Sebelum kejadian, korban menemani anaknya daring di ruang tamu rumahnya Tambaksari Selatan Gang 4 No 11 A.

"Korban dalam keadaan telungkup saat dievakuasi," kata Kapolsek Tambaksari Kompol Akhyar kepada detikcom, Rabu (25/8/2021).

Setelah dievakuasi, korban lantas dibawa ke ambulans menuju ke RSU dr Soetomo Surabaya dengan bantuan oksigen. Sementara anaknya Naufal dan ibunya Nani Sumarni (57) meski sempat sesak nafas dan dibawa ke RSU dr Soetomo, namun segera sadar setelah dievakuasi.

Namun di RSU dr Soetomo, Fitri dinyatakan meninggal pukul 10.06 WIB. Ibu satu anak tersebut tidak mampu bertahan setelah tertimbun selama kurang lebih 30 menit.

"Warga dan tetangga mengaku sebelum rumah ambruk, mereka mendengar suara mirip pesawat jatuh. Salah satunya Sri Wahyuningsih (62) mengaku suara rumah ambruk tersebut sangat keras.

Baca juga: Ini Penampakan Rumah Ambruk di Surabaya yang Tewaskan Satu Orang

"Langsung brual, saya kira pesawat jatuh, keras banget," kata Sri kepada detikcom di lokasi kejadian, Rabu (25/8/2021).

Dia mengaku langsung mencari asal suara, ternyata suara itu ada di sebelah rumahnya. Dirinya pun meminta tolong dan warga sudah berlarian menuju rumah tersebut.

"Saya kaget, gemetar tidak karuan. Saya tidak tega lihat rumah dan korban yang tertimpa di dalam bangunan. Saya sampai nangis, orangnya kayak meluk anaknya saat dievakuasi," tambah Sri.

Sri mengaku meski rumahnya tidak terjadi apa-apa meski bersebelahan, namun tubuhnya tetap gemetaran. Dirinya tidak menyangka jika rumah tetangganya ambruk dan menimpa penghuninya.

Sri mengaku rumah yang dihuni Hari Musa merupakan bangunan lama dan kayu-kayunya sudah lapuk. Sementara bangunan yang ambruk ada di lantai 2 digunakan sebagai tempat menyimpan barang-barang.

"Di atas itu barang-barang. Kadang-kadang dijadikan tempat tidur anaknya dan Pak Hari Musa," tambahnya.

(fat/fat)