Dua Desa di Banyuwangi Masuk 5 Besar Desa Mandiri Terbaik Nasional

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 15:21 WIB
Dua Desa di Banyuwangi Masuk 5 Besar Desa Mandiri Terbaik Nasional
Foto: Ardian Fanani

"Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kerja keras semua pihak. Terima kasih kepada para camat, kepala desa dan seluruh pendamping desa, serta perguruan tinggi yang telah melakukan pendampingan sehingga tercapainya peningkatan status IDM di Banyuwangi," ujar Ipuk.

Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa Banyuwangi Kusiyadi menjelaskan, penilaian IDM 2021 didasarkan pada Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan Indeks Ketahanan Lingkungan/ekologi (IKL).

Di Desa Genteng Kulon dan Genten Wetan sendiri, kata dia, berbagai fasilitas, sarana, dan prasarana pendukung ketiga indikator penilaian tersebut telah terpenuhi. Sehingga dua desa di Kecamatan Genteng itu meraih nilai tinggi dan masuk dalam jajaran lima besar IDM Mandiri Nasional.

Kusiyadi memastikan, ke depan pemkab Banyuwangi akan mendorong tumbuhnya desa mandiri di untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat hingga ke desa-desa. Selama ini pemkab telah melakukan berbagai upaya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan yang dilakukan keroyokan lintas OPD.

Salah satunya, untuk meningkatkan indeks ketahanan sosial, di bidang pendidikan pemkab meluncurkan sejumlah program diantaranya, Siswa Asuh Sebaya (SAS), aksi solidaritas siswa yang mampu mengumpulkan dana sukarela untuk membantu kawannya yang kurang mampu untuk mendukung pendidikannya. SAS saat ini manfaatnya telah dirasakan lebih luas dan berkembang menjadi sekolah asuh sekolah.

Selanjutnya Garda Ampuh (gerakan daerah angkat anak muda putus sekolah), beasiswa Banyuwangi Cerdas bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, serta uang saku dan uang transport bagi pelajar kurang mampu.

Di bidang kesehatan, Banyuwangi meluncurkan program Sakina (stop kematian ibu dan anak). Program ini melibatkan para penjual sayur keliling di desa-desa untuk menjadi pemburu ibu hamil beresiko tinggi (bumil risti). Ada juga program pengantaran obat ke rumah warga gratis (Gancang Aron/lekas sembuh), serta menempatkan tenaga bidan di wilayah terpencil guna mengurangi angka kematian ibu dan anak.

Sementara untuk peningkatan pelayanan publik, Banyuwangi menggagas Smart Kampung yang mendorong pelayanan berbasis TIK hingga ke pelosok desa. Program ini menjadikan layanan publik semakin efektif dan efisien.


(fat/fat)