Pemkot Asuh 600 Anak Yatim Piatu karena Orang Tuanya Meninggal COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 08:25 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya - 600 Anak di Surabaya jadi yatim, piatu hingga yatim piatu karena orang tuanya meninggal terpapar COVID-19. Itu sesuai data Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya. Mereka pun akan dibantu Pemkot Surabaya soal makanan hingga pendidikan.

DP5A Surabaya terus melakukan update data anak yang ditinggal orang tuanya karena terpapar virus corona atau COVID-19. Apabila terdata, maka anak-anak yang tidak memiliki orang tua asuh akan diasuh oleh Pemkot Surabaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP5A Surabaya, Antiek Sugiharti mengaku data yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya terdapat 1.000 lebih keluarga meninggal COVID-19. Dan sekitar 600 di antaranya yatim, piatu, atau yatim piatu

"Saat ini kami melakukan verifikasi bersama Dispendukcapil, kami memastikan keluarga yang meninggal apakah memiliki anak di bawah 18 tahun. Jadi saat ini kami sedang melakukan verifikasi terkait data yang kami terima. Lebih dari 1.000 yang kami data ke dalam untuk mengetahui apakah anak yatim, piatu, atau yatim piatu. Sementara ini sudah 600-an yang terverifikasi, sisanya masih proses," kata Antiek, Senin (23/8/2021).

Pihaknya juga akan mendata apakah ada anak-anak tersebut masih memiliki keluarga. Ketika anak tersebut tidak ada yang mengasuh, Pemkot Surabaya akan mengasuh dan memenuhi hak anak. Seperti pendidikan, hak kesehatan, dan pengasuhan.

"Sesuai UU, hak-hak anak tetap terpenuhi mulai pendidikan, kesehatan, pengasuhannya, lalu hak-hak yang lain kita pastikan mereka mendapat hak tersebut. Misal pendidikan mereka wajib mendapat pendidikan sampai tuntas, bagi yang sekolah negeri tentu tidak mengeluarkan biaya tapi kalau ada biaya lain yang akan kita pikirkan," jelasnya.

Antiek mengatakan, jika ada anak yang belum terdata, bisa melaporkan ke call center 112 atau mendatangi Kantor DP5A langsung. Termasuk, bila ada warga yang berminat menjadi orang tua asuh atau memberikan bantuan bisa menghubungi secara langsung.

Sementara Wali Kota Eri Cahyadi mengajak seluruh warga Surabaya meletakkan egoisme dan bergotong-royong mewujudkan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak yatim piatu akibat orangtuanya meninggal COVID-19 tersebut.

"Inilah waktunya kita meletakkan egoisme kita, meletakkan jabatan kita, meletakkan kelompok kelompok kita, bagaimana kita bisa bahu membahu, bagaimana kita gotong royong untuk masa depan mereka," pungkasnya.

Lihat juga video 'Blak-blakan Dr Susanto, Mendadak Yatim-Piatu':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)