Wali Kota Eri Sambangi Anak-anak yang Orang Tuanya Meninggal Karena COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 20:26 WIB
wali kota surabaya eri cahyadi
Eri memeluk Elen yang orang tuanya meninggal karena COVID-19 (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi beberapa kediaman anak-anak yatim piatu, yatim, piatu yang ditinggal orang tuanya karena COVID-19. Eri memastikan langsung kondisi mereka usai ditinggal orang tuanya.

Saat melihat kondisi anak-anak, Eri mengobrol, dan memberikan semangat. Ia juga memberikan bingkisan berupa jajanan, mainan, tas sekolah, dan alat tulis.

Eri yang ditemani istrinya, Rini Indriyani berbincang dan bermain bersama Elen yang baru berusia 3 tahun. Elen yang mendapatkan mainan pun sangat senang dan langsung memainkannya bersama Eri dan Rini.

Menariknya, Elen yang masih balita ini mahir dalam berbahasa Inggris. Sehingga saat bermain, mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Sebelum meninggalkan tempat, Eri memeluk Elen.

Wali Kota Eri mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki Pemkot Surabaya, ada sekitar 1.400 keluarga yang meninggal karena COVID-19. Dari jumlah tersebut, sekitar 600-an keluarga sudah disurvei DP5A. Sedangkan sisanya, hingga saat ini pemkot masih terus melakukan pendataan.

"Kita masih hitung berapa jumlah anaknya dari data 1.400 keluarga tadi. Dari situ kita bisa memetakan berapa yang masih SD, SMP, dan SMA," kata Eri, Minggu (22/8/2021).

Eri menjelaskan Pemkot Surabaya akan membangun asrama untuk ditempati anak-anak itu. Di sana, pemkot dapat memantau perkembangannya.

Selain itu, pemkot juga menjamin pendidikan mereka hingga jenjang Perguruan Tinggi. Baginya, anak-anak itu merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan, makanya pemkot akan berjuang untuk masa depan mereka.

"Mereka bisa tinggal di asrama jika mereka mau. Kita akan jamin pendidikannya meskipun mereka tidak tinggal di asrama. Tidak hanya pendidikan saja, tapi bagaimana mereka semua akan mempunyai keterampilan agar dapat bersaing nantinya," jelasnya.

Sementara itu, kepada warga yang belum disurvei pemkot, Eri Cahyadi berpesan agar mereka melaporkannya ke DP5A. Selain itu, juga bisa melalui Lurah maupun Camat di wilayahnya masing-masing untuk segera didata.

"Kesejahteraan warga merupakan yang utama bagi saya. Sekarang waktunya Surabaya sejahtera," ujarnya.

Eri juga mengajak kepada seluruh warga Surabaya untuk meletakkan egoismenya dan bergotong-royong mewujudkan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak itu. "Inilah waktunya kita meletakkan egoisme kita, meletakkan jabatan kita, meletakkan kelompok kelompok kita, bagaimana kita bisa bahu membahu, bagaimana kita gotong royong untuk masa depan mereka," pungkas Eri.

(iwd/iwd)