Kolam Renang di Banyuwangi Ini Jadi Kolam Ikan Gegara Pandemi

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 15:25 WIB
Banyuwangi -

Pandemi COVID-19 membuat sebuah kolam renang di Banyuwangi disulap menjadi kolam ikan. Pengelola kolam renang sengaja melakukan ini lantaran sudah setahun lebih tidak boleh beroperasi di masa PPKM.

Kolam renang Mendut Sport Center ini tidak berwarna bening lagi, namun sudah hijau kecoklatan. Destinasi wisata yang berada di Kelurahan Tamanbaru Banyuwangi ini, sudah tutup pada bulan maret tahun 2020 lalu.

Tidak adanya aktivitas pengunjung sejak setahun lebih, membuat pengelola kolam renang merubah kolam renang menjadi kolam ikan nila.

"Sejak Maret 2020 kita tutup. Tidak ada pengunjung makanya kita ganti untuk kolam ikan," ujar Bejo Wiyono, Manager Kolam Renang Mendut Sport Center kepada wartawan, Jumat (20/8/2021).

Sebanyak 1.500 benih ikan nila disebar di kolam yang berukuran 25x10 meter tersebut. Langkah ini dilakukan agar tidak ada jentik nyamuk di area kolam saat terisi air hujan. Kondisi kolan tersebut saat itu berwarna hijau dan penuh lumut.

kolam renang di banyuwangi jadi kolam ikanKolam renang di Banyuwangi jadi kolam ikan (Foto: Ardian Fanani)

Tetapi benih ikan nila yang ditanam sejak satu tahun yang lalu tidak diperjualbelikan melainkan untuk di konsumsi sendiri selama pandemi COVID-19.

"Bukan komersial, hanya dibudidayakan. Jadi waktu itu kolam renangnya tidak dipakai dan kotor dan banyak jentik nyamuk, daripada dikomplain warga kita kasih ikan nila," tambahnya.

Pengelola kolam renang ini mengaku omzet kolam renang sebelum masa pandemi COVID-19 mencapai Rp 25-30 juta per bulan. Namun, di masa pandemi ini tidak ada pemasukan sama sekali hingga membuat pihak pengelola merugi.

"Sebelum pandemi banyak pengunjungnya terutama anak sekolah. Omzet sebelum pandemi bisa sampai Rp 25 sampai 30 juta per bulan, selama pandemi tidak ada pemasukan sama sekali dan merugi," tambahnya.

Akibat terus merugi, beberapa karyawan terpaksa dirumahkan. Tercatat dari total 52 karyawan kini hanya tinggal 7 orang saja yang bekerja. Sisanya 45 karyawan dirumahkan.

"Karyawan yang masuk tinggal 7 orang dari 52 orang, harapannya ya bisa kembali normal lagi dan bisa mengangkat karyawan yang dirumahkan masuk kembali biar ada lapangan pekerjaan lagi," tambahnya.

Bejo berharap pandemi COVID-19 segera berakhir dan seluruh tempat wisata bisa kembali dibuka untuk umum. Dengan dibukanya kembali tempat wisata ini, pihak pengelola akan mempekerjakan kembali karyawan yang sudah dirumahkan.

Selain itu, pihak pengelola tempat wisata meminta kepada masyarakat untuk mematuhi arahan dari pemerintah tentang protokol kesehatan dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar rumah maupun berkumpul dengan banyak orang.

"Agar penyebaran virus corona bisa terhindarkan terlebih di masa pembatasan pemberlakukan kegiatan masyarakat ini. Agar kita bisa kembali buka," pungkas Bejo.

(iwd/iwd)