Pemuda di Lamongan Ini Bangkit dari Corona dengan Layang-layang Naga

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 14 Agu 2021 10:27 WIB
layang-layang sowangan naga
Udin dan layang-layang sowangan naga yang hendak dikirimkannya (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Kemarau dan peringatan hari kemerdekaan. Dua hal ini ternyata membawa berkah bagi salah satu pemuda di Lamongan ini. Sang pemuda bisa meraup cuan di masa pandemi ini dari kerajinan layang-layang sowangan hasil kreasinya.

Pemuda itu adalah Udin, warga Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah. Udin yang sempat terpuruk karena tak bekerja lagi akibat pandemi COVID-19 memulai bangkit dengan menekuni hobi masa kecilnya yaitu membuat layang-layang. Ia melakukannya berbekal belajar secara otodidak.

"Berbekal coba-coba serta menekuni hobi masa kecil saat bermain layang-layang, alhamdulillah akhirnya bisa," kata Udin saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (13/8/2021).

Kondisi yang terpuruk akibat pandemi membuat Udin memiliki semangat untuk bangkit berkembang. Tantangan dari dalam dirinya untuk bisa menjadi pengrajin layang-layang sowangan naga ia taklukkan dengan mempelajari cara membuat layang-layang sowangan naga tersebut dari laman YouTube.

"Saya sudah satu tahun ini menjadi pengrajin layang-layang sowangan naga," ujarnya.

layang-layang sowangan nagaUdin saat membuat layang-layang sowangan (naga Foto: Eko Sudjarwo)

Hasil dari coba-coba dan belajar otodidak ini, Udin kemudian memperlihatkan hasil kerajinan tangannya itu ke sanak keluarga dan teman-temannya. Ternyata, keluarga dan teman-temannya memuji hasil kreasi tangan Udin tersebut dan ketika dicoba untuk diterbangkan ternyata layang-layang itu bisa terbang dan nampak semakin cantik.

"Dari sana, saya kemudian mencoba memasarkan layang-layang kreasi saya ini melalui media sosial dan alhamdulillah laris," lanjut Udin.

Memasuki musim kemarau dan peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, layang-layang sowangan naga kreasi Udin pun laris manis. Udin mengaku sampai kebanjiran order pembuatan layang-layang.

Order layang-layang tidak hanya datang dari Lamongan saja, bahkan layang-layang Udin sudah terbang menghiasi langit-langit kota lain dengan harga yang bervariasi mulai Rp 4 juta hingga Rp 5 juta tergantung ukuran, panjang serta tingkat kesulitannya.

"Alhamdulillah, untuk kemarau dan HUT ke-76 Kemerdekaan RI ramai orderan mas, tidak hanya Lamongan, pesanan juga datang dari Rembang, Jepara di Jateng, dan Jakarta," imbuhnya.

Udin mengungkapkan untuk membuat layang-layang sowangan naga sebenarnya tidak terlalu sulit karena hanya membutuhkan ketelatenan dalam merangkai satu persatu motif kain parasit yang menjadi bahan layang-layang. Tahap awal pembuatan layang-layang ini, menurut Udin, dimulai dari pemotongan kain parasit dengan menggunakan solder sesuai cetakan yang sudah ditentukan.

"Setelah itu, hasil potongan kain tersebut direkatkan menggunakan lem untuk kemudian dijahit agar lebih kuat," terangnya.

Udin mengaku untuk menyelesaikan satu buah layang-layang naga dengan panjang 70 cm membutuhkan waktu selama 20 hari. Udin juga menyebut, kreasi layang-layangnya ini bisa membuatnya bertahan di tengah pandemi yang masih melanda.

"Selama mengerjakan layang-layang ini saya dibantu anggota keluarga saya yang lain," pungkas Udin.

(iwd/iwd)