Pelajar Jombang Rawat 2 Adik di Tempat Isolasi Gegara Ibunya Meninggal COVID-19

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 13:01 WIB
Pelajar SMA di Jombang Rawat 2 Adiknya di Tempat Isolasi Gegara Ibunya Meninggal COVID-19
Tiga bersaudara yatim karena COVID-19 (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang -

Di usia yang sangat belia, Bimaruci Maulana (16) dan dua adik kandungnya terpaksa hidup mandiri sejak ibunya meninggal terinfeksi COVID-19. Pelajar kelas 2 SMA asal Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Jombang, ini harus merawat dua adiknya di tempat isolasi sejak 5 hari lalu.

Bima, sapaan akrabnya diisolasi di rumah sehat SMPN 1 Mojowarno, Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno sejak Senin (16/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Tak sendirian, siswa kelas XI Madrasah Aliyah (MA) ini diisolasi bersama adik kandungnya, Albar Riski (13) dan Arfan Efendi (5) yang juga terinfeksi Virus Corona.

Di tempat isolasi terpusat (isoter), Bima harus merawat dua adik kandungnya. Mulai dari memandikan adiknya yang paling kecil, hingga menyuapi dan meminumkan obat. Tanggung jawab menjadi orang tua bagi dua adiknya terpaksa dipikul sejak ibunya, Fitriyanti (39) meninggal karena COVID-19, Minggu (15/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Catakgayam Ita Inyeni mengatakan, tiga bersaudara itu tinggal serumah dengan ibu dan nenek mereka, Siti Fatimah. Karena orang tua mereka bercerai Oktober 2016. Kehidupan mereka mulai memilukan karena COVID-19 sejak 4 Agustus 2021. Saat itu, Siti harus dirawat di rumah sakit karena terinfeksi Virus Corona.

"Hari Selasa (10/8) keempat orang ini diswab antigen di puskesmas. Fitriyanti dan anak nomor dua negatif, anak pertama dan ketiga positif, mereka isolasi mandiri (isoman) di rumah," kata Ita kepada wartawan, Jumat (20/8/2021).

Tiga hari kemudian, Jumat (13/8) Fitriyanti juga terinfeksi COVID-19. Saat itu, ibu tiga anak ini harus dirawat di RSK Mojowarno lantaran infeksi paru-paru. Tiga anaknya juga dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona hari itu juga. Hanya saja tiga bersaudara itu menjalani isoman di rumahnya.

"Fitriyanti meninggal dunia hari Minggu (15/8) sekitar pukul 17.00 WIB, dimakamkan jam 12 malam," terang Ita.

Keesokan harinya, Senin (16/8) sekitar pukul 10.00 WIB, Bima dan dua adik kandungnya diboyong petugas Puskesmas Mojowarno ke rumah sehat yang menempati SMPN 1 Mojowarno. "Karena di rumah mereka tidak ada yang merawat. Nenek mereka masih isoman di rumah anak pertamanya di Desa Sidokerto. Petugas puskesmas berinisiatif merawat mereka di rumah sehat agar kondisinya terpantau dan kebutuhannya terjamin," jelasnya.

Nasib memilukan anak yatim tiga bersaudara tersebut kini menjadi perhatian banyak pihak di Jombang. Sejumlah dermawan mengirim makanan untuk mereka di rumah sehat. Sementara Pemerintah Desa Catakgayam berencana menjamin pendidikan Bima dan Albar setelah mereka dinyatakan sembuh.

"Rencana pak kades kalau mereka bersedia akan dipondokkan ke yayasan terdekat. Namun, kami belum berkoordinasi dengan keluarga mereka. Pak kades bersedia membiayai menggunakan uang pribadi," tandas Ita.

(fat/fat)