Petani Lamongan Gelar Wisata Petik Semangka di Lahan 150 Hektare

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 16:56 WIB
Petani di Lamongan menggelar wisata petik semangka di lahan 150 hektare. Wisata ini menyikapi soal ketidakjelasan pandemi COVID-19 kapan berakhir.
Wisata petik semangka di Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo/detikcom
Lamongan -

Petani di Lamongan menggelar wisata petik semangka di lahan 150 hektare. Wisata ini menyikapi soal ketidakjelasan pandemi COVID-19 kapan berakhir.

Mereka merupakan petani di Dusun Pereng, Desa Sumberjo, Kecamatan Pucuk. Desa ini menyediakan semangka jenis madu segar yang siap petik.

"Lahan seluas 150 hektare yang kami sediakan sebagai lokasi wisata petik buah semangka ini kalau di musim hujan ditanami padi," kata Ahmad, petani dan inisiator wisata petik semangka kepada wartawan, Rabu (18/8/2021).

Ahmad menambahkan, salah satu hal yang mendorong mereka membuat wisata petik semangka adalah ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir. Melalui petik buah semangka ini, petani bisa memperoleh hasil tambahan di luar tanaman padi.

"Keuntungan petani tentu bisa menambah penghasilan di tengah pandemi yang ada saat ini," ujarnya.

Ahmad juga mengungkapkan, keuntungan petani dengan menanam semangka bisa dibilang lumayan. Ahmad menyebut, keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp 50 juta untuk satu hektare lahan.

Bagi warga yang datang ke wisata petik semangka ini, lanjut Ahmad, semangka dibanderol Rp 3.500 hingga Rp 5 ribu per kilogram. "Tentu hal ini bisa menambah pundi-pundi pendapatan petani di tengah pandemi COVID-19," jelasnya.

Saat ini, wisata petik semangka itu tengah menjadi perhatian. Informasi tentang wisata ini telah menyebar melalui media sosial.

"Awal keberadaan wisata petik semangka ini mendapat dukungan sepenuhnya dari warga yang menyebarkannya melalui media sosial," ungkap Ahmad.

(sun/bdh)