Pengusaha Travel Banting Setir Bisnis Madu Saat Pandemi, Hasilnya Menggiurkan

Ainur Rofiq - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 08:03 WIB
Pandemi COVID-19 membuat pengusaha travel tiarap. mereka pun banting setir berbisnis madu
Pengusaha travel beralih berbisnis madu (Foto: Ainur Rofiq/detikcom)
Bojonegoro -

Pandemi COVID-19 membuat pengusaha travel tiarap. Hal ini terjadi karena banyaknya destinasi wisata yang tutup dan banyaknya penyekatan di beberapa kabupaten/kota. Akibatnya, mereka pun banting setir menghidupi keluarganya. Salah satunya mencari pekerjaan lain selain travel.

Adalah Wahyu Setiawan warga Desa Purwosari, Bojonegoro. Lantaran bisnis travelnya macet karena pandemi COVID-19, dirinya mencoba untuk berbisnis madu. Caranya, dirinya membuat kotak sarang lebah, yang kemudian dipanen saat sudah mengandung madu.

Wahyu bersama para pekerjanya kini telah memilik 300 kotak sarang lebah yang bisa di pindah pindah lokasinya untuk bisa menghasilkan berbagai rasa madu yang diinginkan.

"Alhamdulillah saat ini budidaya Lebah Apis Mellifera dengan model budidaya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain karena mengejar musim kembang atau berbunga," ujar pengrajin Lebah Madu, Wahyu Setiawan kepada detikcom, Senin (16/8/2021).

Peternak lebah Madu Bojonegoro ini mengaku usaha madu yang digeluti langsung melonjak beberapa kali lipat omzet serta jumlah penjualannya saat pandemi.

"Di tengah pandemi ini memang penjualan madu meningkat, banyak warga yang memburu madu Jonegoroan. tiap hari alhamdulillah omzet penjualan bisa capai lebih dari Rp 5 juta per hari," jelas Wahyu.

Dari berbagai referensi yang ada, memang madu bermanfaat untuk menjaga kekebalan dan daya tahan tubuh, sehingga tak sedikit para pembeli dari luar kota yang menggunakan jasa online transaksi madu yang dihasilkan dari Bojonegoro ini. Ada beberapa kemasan dan harga untuk produk UKM ini, mulai Rp 40 ribu hingga Rp 150 ribu/botolnya.

Madu lebah ini ada beberapa varian rasa dari bunga bunga pohon Randu, Sengon, Sono, Karet, Rumput Liar, Jagung dan sejenisnya. Adapun lokasi pengembangan madu ini mulai dari awal ada di Kecamatan Kapas dan Balen, dan saat ini produk Madu Jonegoroan telah memiliki Sertifikat Departemen Kesehatan dengan kategori Produk Industri Rumah Tangga.

Kini saat pandemi, keseriusan dan ketekunan peternak lebah Madu Jonegoro ini, akhirnya hasilnya bisa dirasakan oleh mereka karena kebanjiran order madu.

Pasalnya dalam beberapa bulan ini warga ramai mencari dan membeli berbagai obat ramuan tradisional hingga madu asli yang dipercaya dapat mencegah dan menangkal virus COVID-19 serta untuk meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh.

(fat/fat)