Kepala Puskesmas di Blitar Meninggal Usai Sempat Terpapar COVID-19

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 18 Agu 2021 11:53 WIB
Kabar duka datang dari tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Blitar. Kepala Puskesmas Selopuro meninggal dunia usai dinyatakan negatif COVID-19.
Ucapan dukacita atas meninggalnya dr Yudia Supradini//Foto: Istimewa (dok.Dinkes Pemkab Blitar)
Blitar -

Kabar duka datang dari tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Blitar. Kepala Puskesmas Selopuro meninggal dunia usai dinyatakan negatif COVID-19.

Sekretaris Dinkes Pemkab Blitar Christine Indrawaty mengatakan, Kepala Puskesmas Selopuro itu bernama Yudia Supradini. Yang bersangkutan diketahui telah dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sejak 10 hari yang lalu.

"Beliau bergejala dan ada sesak sehingga masuk ICU COVID-19 dan dipasang ventilator. Namun sudah di-swab dua kali dan hasil terakhir negatif. Namun keluar ICU COVID-19 masih dalam kondisi terpasang ventilator," jawab Christine saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (18/8/2021).

Pengambilan swab pertama dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2021. Kemudian swab kedua diambil pada 14 Agustus. Hasilnya, Yudia dinyatakan negatif dari paparan virus Corona.

Yudia merupakan satu di antara belasan nakes yang terinfeksi Corona. Ini membuat Dinkes Pemkab Blitar sempat menutup layanan kesehatan di 11 Puskesmas untuk keperluan general cleaning. Yudia yang berusia 54 tahun juga diketahui memiliki komorbid yakni sesak dan diabetes.

"Kondisinya sempat membaik sehingga dikeluarkan dari ICU COVID-19. Namun karena masih sesak jadi masih dipasang ventilator. Pukul 01.00 WIB tadi kondisinya kembali drop, masuk ICU COVID-19 lagi. Dan pukul 06.30 WIB dinyatakan meninggal dunia. Kami sangat berduka kehilangan satu teman nakes lagi," papar Christine.

Karena hasil swab sudah negatif, maka proses pemakaman almarhumah tidak menggunakan protokol kesehatan. Paparan virus Corona belum melandai di Kabupaten Blitar. Seperti yang terjadi di Puskesmas Selopuro ini. Setelah sempat ditutup Bulan Juli lalu karena belasan nakes terinfeksi, paparan virus ini masih teridentifikasi di lokasi yang sama.

Bersama dengan sang kepala Puskesmas, Christine menyebut, ada 16 nakes di Selopuro yang terkonfirmasi positif Corona. Mereka kemudian dievakuasi bersama ke rumah isolasi milik Pemkab Blitar selama 10 hari.

"Usai masa karantina itu malah ada beberapa yang bergejala. Bahkan dua harus kami rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Wabah ini belum reda, kami imbau kita makin disiplin menerapkan prokes dengan ketat," pungkasnya.

(sun/bdh)