Mantan Anggota DPRD Jember Meninggal Saat Isoman

Yakub Mulyono - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 17:34 WIB
Mantan anggota DPRD Jember H Sanusi Mochtar Fadilah ditemukan meninggal di kamar rumahnya. Sebelumnya, Sanusi diketahui tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) karena positif COVID-19.
Rumah mantan anggota DPRD Jember H Sanusi Mochtar Fadilah/Foto: Tangkapan Layar
Jember -

Mantan anggota DPRD Jember H Sanusi Mochtar Fadilah ditemukan meninggal di kamar rumahnya. Sebelumnya, Sanusi diketahui tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) karena positif COVID-19.

Sanusi merupakan anggota DPRD Jember periode 2004-2009 dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Namun saat ini, dia merupakan pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember. Ia isoman di Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang.

"Iya, dia Wakil Sekretaris DPC PPP Jember," kata Ketua DPC PPP Jember HM Madini Faruk, Minggu (18/7/2021).

"Dan juga Sekretaris AHSAN (Asosiasi Himpunan Santri Nusantara) dan juga Sekretaris BGD (Barigade Gus Dur) Jember. Almarhum orang yang senang berorganisasi sejak masih muda dan semangatnya luar biasa," sambungnya.

Sebelumnya, Sanusi menjalani isoman setelah istrinya meninggal karena COVID-19. Sanusi tinggal sendirian di rumah karena kedua anaknya mondok dan satu anaknya lagi dititipkan di rumah kerabat di Desa Sempolan, Kecamatan Silo.

"Dua anaknya mondok di Sidogiri (Pasuruan) dan Paiton (Probolinggo), dan yang kecil dititipkan di rumah keluarga di Sempolan karena Haji Sanusi sedang isolasi mandiri di rumah," terang Madini Faruk.

Menurut pria yang karib disapa Gus Mamak ini, jenazah Sanusi dimakamkan di rumah asalnya di Kecamatan Maesan, Bondowoso. Kedua anaknya yang mondok juga sudah datang di rumah duka.

"Anaknya yang mondok juga sudah tiba di rumah Maesan," kata Gus Mamak.

Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution mengatakan, sudah 10 hari Sanusi menjalani isoman di rumah. Selama itu pula, pihaknya terus melakukan pemantauan. Bahkan rumah Sanusi sempat disemprot disinfektan.

"Beliau ini sedang menjalani isoman di rumahnya, sekitar dua hari yang lalu, saya bersama Danramil, Pak Camat Mayang, dan sejumlah relawan menyemprot rumahnya (dengan disinfektan)," kata Bejul.

"Saat dilakukan penyemprotan itu, terlihat dari jendela kamar di rumahnya sempat dada-dada (menyapa) kita. Bahkan pagi tadi saya masih sempat mengirimkan nasi bungkus untuk sarapan, karena beliau ini isoman di rumahnya sendirian," tambahnya.

Simak juga 'Pihak Wisma Atlet Minta Warga DKI yang Tak Bergejala Berat Isoman di Rumah':

[Gambas:Video 20detik]