Lomba Agustusan Ini Prokesnya Sangat Ketat, Balap Kelereng Aja Pakai Masker

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 22:26 WIB
lomba balap kelereng pakai masker
Lomba balap kelereng pakai masker (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Pandemi COVID-19 tak membuat warga Banyuwangi menghilangkan tradisi perlombaan Agustusan. Menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, warga Lingkungan Kauman, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, menggelar berbagai lomba Agustusan. Syaratnya, harus sehat dan taat protokol kesehatan.

Hal itu digelar di lingkungan Kauman, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (17/8/2021). Karena harus protokol kesehatan, mereka berlomba tetap menggunakan masker. Bahkan saat lomba balap kelereng dengan sendok, peserta lomba menggigit sendok dengan tetap menggunakan masker.

Berbagai macam permainan dilombakan dalam kegiatan ini. Mulai dari lomba makan kerupuk, lomba joget balon berpasangan, hingga lomba membawa kelereng dengan sendok.

"Karena masih di masa pandemi, seluruh peserta tetap wajib mengenakan masker," ujar Naning, Ketua RT setempat.

Meski begitu, hal ini tak mengurangi semangat dan kemeriahan warga dalam menyambut datangnya HUT ke-76 Republik Indonesia. Lomba Agustusan ini dilaksanakan selain untuk memupuk semangat perjuangan pada anak-anak, juga sebagai hiburan bagi anak-anak agar mereka tak terlalu stres berada di rumah saja saat pandemi

"Anak-anak di kampung sini minta diadakan lomba-lomba Agustusan. Akhirnya tetap kami lakukan dengan pembatasan-pembatasan protokol kesehatan. Pesertanya juga enggak banyak kok. Mereka tetap wajib pakai masker semua, termasuk saat lomba balap kelereng tadi," tambah Naning.

Untuk penonton, diminta untuk tetap menjaga jarak. Saat ada yang ketahuan tak menjaga jarak, maka lomba dihentikan. Gelak tawa pun muncul di tengah pandemi COVID-19 ini. Warga pun merasa senang dengan digelarnya kegiatan lomba setahun sekali ini.

Sebagai hadiah lomba Agustusan sederhana ini, pihak panitia memberi hadiah berupa bendera Merah Putih dan voucher pulsa agar bisa digunakan anak-anak untuk keperluan belajar secara daring. Seluruh hadiah ini adalah hasil iuran dari para orang tua yang ada di lingkungan setempat.

"Hadiahnya pulsa internet agar bisa digunakan untuk sekolah daring," pungkasnya.

Sementara itu, Satria salah satu peserta lomba mengaku kesulitan saat berlaga di lomba balap kelereng dengan sendok. Sebab dirinya harus menggigit sendok dengan masker yang masih dikenakan.

"Tadi ikut lomba balap kelereng, tapi saya tetap harus pakai masker. Agak susah soalnya saya harus menggigit sendok dengan mulut tertutup masker. Alhamdulilah menang, juara satu," ujar Satria, salah satu peserta lomba. (iwd/iwd)