Warga Lumajang Gelar Upacara HUT RI di Jembatan Gantung, Apa Tujuannya?

Nurhadi Wicaksono - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 16:47 WIB
upacara hut ri di lumajang
Upacara HUT RI di jembatan gantung di Lumajang (Foto: Nurhadi Wicaksono)
Lumajang -

Puluhan warga Desa Sumber Wuluh, Candipuro, Lumajang, mengggelar upacara HUT RI di jembatan gantung Kali Regoyo. Jembatan gantung tersebut membentang sepanjang 150 meter di atas aliran lahar gunung Semeru.

Upacara bendera diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa. Karena masih pandemi, kegiatan upacara tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan para peserta upacara untuk mencuci tangan terlebih dahulu, memakai masker, serta menjaga jarak.

upacara hut ri di lumajangJembatang gantung yang membuat warga tak terisolir lagi jika ada banjir lahar (Foto: Nurhadi Wicaksono)

Selain sebagai bentuk rasa nasionalisme, upacara HUT RI di atas jembatan gantung ini sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas dibangunnya jembatan gantung, di mana selama 30 tahun masyarakat di dua dusun Desa Sumber Wuluh yakni Dusun Jobong dan Kajar Kosong terisolir ketika terjadi banjir lahar Gunung Semeru karena tidak ada jembatan.

"Upacara HUT RI tahun 2021 kita tempatkan di jembatan gantung Kali Regoyo sebagai rasa terima kasih masyarakat kami kepada pemerintah RI. Karena selama ini masyarakat kami di Dusun Jobong dan Kajar Kosong selama 30 tahun lebih terisolir dan alhamdulilah tahun ini isolasi itu bisa dibuka," ujar Kepala Desa Sumber Wuluh Abdul Azis kepada detikcom, Selasa (17/8/2021).

Meski digelar sederhana, namun upacara peringatan HUT ke 76 RI di jembatan gantung Kali Regoyo tersebut berlangsung khidmat. Jembatan gantung sepanjang 150 meter tersebut dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

"Jembatan gantung Kali Regoyo ini membentang sepanjang 150 meter di atas aliran lahar Gunung Semeru dan dibangun oleh Kementerian PUPR RI " pungkas Abdul Azis.

(iwd/iwd)