Jelang PPKM Level 4 Berakhir, IGD di Jatim Tak Ada Antrean-BOR RS 50%

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 18:44 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Jelang perpanjangan PPKM level 4, kasus COVID-19 di Surabaya dan daerah lain di Jatim sudah menurun. Bahkan, Bed Occupancy Rate (BOR) COVID-19 di RS Jatim dan Surabaya sebelumnya 100%, kini sudah 50%.

"BOR COVID-19 sudah turun sekali, di tempat saya sudah 40%. Rata-rata Surabaya sudah 40-50% sudah turun tajam, bagus ini. Semoga ini semakin turun, makin turun terus," kata Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim, dr Dodo Anando saat dihubungi detikcom, Senin (16/8/2021).

"Keseluruhan Jatim juga turun, paling sekitar 50%. Sudah ndak ada masalah," tambahnya.

Karena BOR COVID-19 di RS menurun drastis, jelas dia, tak ada lagi pasien yang mengantre di IGD. Sebelumnya, pada bulan Juli pasien COVID-19 overload hingga kebanyakan IGD RS tutup sementara.

"Sudah ndak ada antrean di IGD, ini di tempat saya kosong blong, ndak ada pasien sama sekali," ujarnya.

Menurutnya, pasien COVID-19 di Jatim turun salah satu faktornya adalah PPKM yang berlangsung 1,5 bulan. Selain itu juga kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan meningkat.

"Makanya kita harus kenceng dalam upaya menurunkan kasus COVID-19, supaya tidak naik lagi," ujarnya.

Pria yang juga Dirut RSI A Yani juga berterima kasih kepada pemerintah atas solusi dan strategi yang bagus. Meski begitu masih ada pasien dengan kondisi berat, karena ada masalah dengan oksigen, obat dan sebagainya.

"Oksigen ini sudah agak lancar, masih ada yang telat ngirim dan sebagainya. Tapi yang jelas, walaupun telat tidak sampai fatal, terlambat 1 jam tapi tersendat-sendat, buat RS kan senam jantung. Kita semua RS pasti langganan, nggak ada yang tidak langganan oksigen. Kendala di oksigen karena permintaannya banyak dari pada produksinya. Biasanya cukup 150 ton sehari, sekarang butuhnya 250, kan diatur dikasih separuh-separuh dulu, tidak harus bareng ngisinya. Kalau pas bareng jadi masalah," pungkasnya.

(fat/fat)