Viral Kebun Bunga Matahari Jadi Wisata Dadakan di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 17:13 WIB
viral kebun bunga matahari
Kebun bunga matahari yang viral di medsos (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Kebun bunga matahari sekitar 7.000 meter persegi di Mojokerto menjadi viral di medsos hingga menjadi objek wisata dadakan. Pemilik lahan berharap para pengunjung tidak nekat masuk ke kebun karena bisa merusak tanaman.

Kebun bunga matahari di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Mojokerto ini viral setelah diposting para netizen di salah satu grup facebook. Unggahan foto panorama hamparan bunga matahari yang indah menarik masyarakat berbondong-bondong ke lokasi.

Tak ayal kebun bunga matahari milik Budi Utami (50) itu menjadi objek wisata dadakan. Para wisatawan datang sekadar untuk berswafoto dengan latar belakang hamparan bunga matahari. Tak sedikit pengunjung yang nekat masuk ke dalam kebun demi mendapatkan foto yang lebih bagus.

Budi Utami mengatakan lahan dengan luas sekitar 7.000 meter persegi itu ia beli tahun 2008. Selama ini ia menanam tebu di kebun tersebut. Baru pada pertengahan Juni 2021 ia menanami lahan itu dengan bunga matahari.

"Saya menanam bunga matahari itu murni untuk pertanian, bukan untuk wisata. Yang dipanen nanti bijinya," kata Utami kepada detikcom, Senin (16/8/2021).

Ibu dua anak asal Kelurahan Surodinawan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ini pun tak menyangka hamparan bunga matahari milikinya yang bermekaran menjadi objek wisata dadakan. Banyaknya pengunjung justru membuatnya was-was.

Betapa tidak, ulah para pengunjung yang nekat masuk ke kebun untuk berswafoto berpotensi merusak bunga matahari yang susah payah ia tanam. Karena bunga berwarna kuning itu ia tanam hanya dengan jarak 30 cm satu sama lain. Artinya, jarak tanam sedekat itu tidak untuk dimasuki manusia.

"Kalau dipegang-pegang kelopaknya bisa layu, membuat bijinya kopong. Makanya sekarang saya pagar rapat setinggi manusia agar tidak ada pengunjung yang bisa masuk," terangnya.

Utami memperkirakan, kebun bunga matahari seluas 7.000 meter persegi itu siap dipanen akhir September nanti. Oleh sebab itu, ia mengimbau para pengunjung tidak masuk ke kebun hanya demi swafoto.

"Kami tidak narik karcis masuk. Ada biaya parkir itu yang narik desa, karang taruna. Maka, harapan saya para pengunjung jangan merusak," tandasnya.

(iwd/iwd)