WNI Korban Tewas Kebakaran Apartemen di Hong Kong Bertambah Jadi 9 Orang

WNI Korban Tewas Kebakaran Apartemen di Hong Kong Bertambah Jadi 9 Orang

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 15:49 WIB
Apartments still burn as a major fire swept through several apartment blocks at the Wang Fuk Court residential estate in Hong Kongs Tai Po district on November 27, 2025. Firefighters were still dousing a devastating fire on November 27 which ripped through a Hong Kong high-rise complex, killing at least 44 people and leaving hundreds missing according to authorities. (Photo by Peter PARKS / AFP)
Kebakaran apartemen di kompleks Wong Fuk Court, Hong Kong. (AFP/PETER PARKS)
Jakarta -

Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban insiden kebakaran apartemen di Hong Kong kembali bertambah. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melaporkan WNI korban tewas bertambah menjadi 9 orang.

"Rilis data korban insiden kebakaran dari Hong Kong Police Force s/d hari ini (30/11) pukul 12.20 HKT jumlah WNI korban meninggal dunia bertambah 2 orang dan korban luka-luka bertambah 1 orang," demikian keterangan resmi dari Kemlu, Minggu (30/11/2025).

"Dengan demikian, total jumlah WNI korban meninggal dunia yang telah terkonfirmasi menjadi 9 orang dan korban luka-luka menjadi 3 orang," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, kebakaran hebat itu menghanguskan sejumlah blok apartemen di kompleks permukiman di Hong Kong pada Rabu (26/11) waktu setempat. Masa berkabung selama tiga hari dimulai pada hari Sabtu (29/11) kemarin dengan mengheningkan cipta untuk 128 orang yang tewas dalam salah satu kebakaran paling mematikan di wilayah itu.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) masih berkoordinasi dengan Pemerintah Hong Kong terkait pemulangan WNI korban kebakaran apartemen. KJRI sudah membentuk tim koordinasi untuk proses pemulangan.

ADVERTISEMENT

"Tim Family Engagement ini tugasnya untuk repatriasi jenazah, menyampaikan penjelasan kapan kepulangan jenazah, dan detail-detail lain agar para keluarga memperoleh informasi," kata juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, ditemui seusai agenda jalan santai 'Walk for Palestine' oleh Kemlu RI di Jakarta, dilansir kantor berita Antara, Minggu (30/11).

Yvonne menyatakan tim tersebut bertugas memastikan semua informasi yang diperlukan sampai ke keluarga WNI. KJRI Hong Kong pun terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban.

"Komunikasi oleh KJRI Hong Kong masih intensif lewat panggilan video, panggilan telepon, semuanya masih terus dilakukan," katanya.

Yvonne mengatakan sejumlah korban WNI telah berhasil diidentifikasi. Namun, menurut dia, identifikasi korban lainnya ada kemungkinan akan memerlukan sampel DNA dari keluarga untuk mempermudah prosesnya.

(bel/idn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads