Saat Pandemi COVID-19, Siswi Sidoarjo Pilih Jadi Mekanik Motor Isi Kebosanan

Suparno - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 08:38 WIB
mekanik perempuan
Mekanik wanita (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo -

Seorang siswi SMK warga Besuki Jabon Sidoarjo, ini memilih meluangkan waktu menjadi mekanik motor selama pandemi COVID-19. Hal itu dilakukan usai melakukan daring dan mengerjakan PR. Apalagi selama pandemi tidak pernah sekolah tatap muka.

Sebenarnya menjadi mekanik tak masuk dalam cita-citanya, karena menjadi mekanik itu harus berani kotor di bengkel. Berteman dengan alat-alat mekanik seperti obeng, tang penjepit, palu. Selain itu juga berlepotan dengan oil yang membuat ujung kuku seorang perempuan itu kotor.

Begitu pula dengan, Mutia Anjar Wasih (18) siswi SMK Negeri Gempol warga Desa Besuki Kecamatan Jabon, memilih menjadi mekanik bengkel sepeda motor. Karena saat pandemi tidak pernah sekolah tatap muka.

"Awalnya sejak di SMP sudah senang mempelajari tentang otomotif khususnya sepeda motor. Kemudian ketika di SMK ada tugas praktek kerja lapangan di bengkel, itulah baru mengena di benakku," kata Mutia saat memperbaiki sepeda motor di bengkel Manunggal motor Porong, Senin (16/8/2021).

Mutia adalah, siswi kelas XII, jurusan Teknis Bisnis Sepeda Motor SMKN 1 Gempol Pasuruan. Awalnya dia magang selama 3 bulan di bengkel sepeda motor, Manunggal Motor, di kavling Beringin, Desa Pamotan, Kecamatan Porong.

Namun setelah magang mekanik usai, Mutia malah kebablasan hingga saat ini. Apalagi sekolahnya belum menggelar tatap muka. Di antara empat mekanik laki-laki yang lain, Gerak Mutia tidak kalah gesit. Ia terlihat begitu cekatan membereskan motor pelanggan yang diservis.

"Awalnya hanya ikutan teman-teman motoran dan mengutak-atik motor. Kok asyik ya. Akhirnya menjadi hobi. Yang paling berat ya menangani turun mesin. Harus teliti banget," ujar Mutia.

Setelah lulus SMKN, Mutia berencana mendirikan bengkel motor sambil kuliah dengan jurusan yang diinginkan, Teknik Mesin. Tentang pilihannya, Mutia mengatakan, orang tua nya tidak keberatan bila anaknya harus mbengkel.

"Bapak dan Ibu mendukung kok. Beliau membebaskan dan selau mensuport saya," imbuhnya.

Sementara Manu (42) pemilik Manunggal Motor mengapresiasi kerja Mutia. Tidak kalah dengan mekanik laki-laki yang lain. Mulai servis ringan, tune up hingga berat seperti overhaul atau turun mesin.

"Mutia telah bisa. Saya lepaskan, dia sudah mahir. Saya hanya mengecek hasil akhirnya saja. Saya harap Mutia bisa menginspirasi yang lain, bahwa wanita bisa bekerja di bidang apa saja," kata Manu.

Manu menambahkan, dirinya sangat mendukung Mutia untuk mendirikan bengkel motor. "Anaknya pro aktif, dia selalu bertanya dan selalu ingin bisa. Mutia sangat ingin mendirikan bengkel. Saya mendukungnya dengan belajar di sini," tandas Manu.

(fat/fat)