Ini yang Dirasakan Warga Banyuwangi Sebelum Kesurupan soal Ritual Keboan

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 13 Agu 2021 19:11 WIB
Banyuwangi - Warga Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi banyak yang kesurupan meminta ritual Keboan digelar. Selama tiga hari sebelum kesurupan, warga merasa tidak bisa ke mana-mana.

Seperti yang dirasakan Sali'in. Berdasarkan kesaksiannya, ia ditemui oleh sesosok wanita tua berpakaian adat Jawa, dengan rambut digelung.

Sosok yang diyakini leluhur tersebut mendatangi alam bawah sadar pelaku ritual Keboan (termasuk Sali'in) sejak 3 hari sebelum kesurupan. Selama 3 hari itu, pelaku Keboan dipastikan tidak mampu beranjak dari tempat tidur.

"Tiga hari badan saya sangat berat, tidak bisa ke mana-mana. Cuma bisa diam saja. Dada rasanya sesak dan mata buram," jelas Sali'in, Jumat (13/8/2021).

Sosok Buyut yang dimaksud oleh Sali'in adalah Wongso Kenongo, yang dulu dipercaya sebagai tokoh adat, yang makamnya berada di Dusun Cempokosari, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi.

Di dalam mimpinya, Sali'in melihat banyak kerbau mendatangi rumahnya. Selain itu, Ia juga melihat sosok wanita tua tersebut sedang menyiapkan serangkaian sesaji. Setelah sesaji tersebut selesai disiapkan, wanita tua tersebut kemudian mengajak Sali'in berkeliling desa hingga berujung ke makam nenek buyut mereka.

"Nah di sini Buyut berpesan agar kegiatan ritual tetap diadakan," imbuhnya.

"Mbah Buyut bilang, harus sabar dan jangan lupa bersyukur. Suruh gelar selamatan agar masyarakat desa selamat dari bencana," sambungnya.

Selain Sali'in, pelaku Keboan lainnya yang kesurupan yakni Tanoso. Ia mengaku tidak mengetahui apa yang sudah diucapkannya selama kesurupan. Ia hanya mengetahui dari video yang direkam warga.

Meski di masa pandemi ini ada larangan agar tidak berkerumun, namun dirinya tetap ingin Kepala Desa Aliyan menggelar ritual selamatan. Sesuai keinginan dan adat yang sudah turun temurun.

"Ini sifatnya sakral dan harus dilakukan. Meskipun dengan cara sederhana dan terbatas. Sebagai bentuk syukur dan doa keselamatan bersama," kata Tanoso masih dalam kondisi berlumuran lumpur.

Seperti diketahui, tradisi Keboan adalah selamatan bersih desa yang kental nuansa mistis. Dilaksanakan setiap Bulan Suro oleh masyarakat Suku Osing di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi. Pada pelaksanaannya, puluhan masyarakat setempat mendadak kesurupan massal. Mereka bertingkah seperti layaknya kerbau.

Tradisi Keboan konon dilaksanakan sejak era Kerajaan Blambangan. Itu warisan Buyut Wongso Kenongo yang makamnya berada di Dusun Cempokosari, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Ritual ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas hasil pertanian melimpah di sepanjang tahun. (sun/bdh)