Disentil Luhut soal Penanganan COVID-19, Wali Kota Malang Siap Beradu Data

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 11:48 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji
Wali Kota Malang Sutiaji (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang - Wali Kota Sutiaji tengah menyiapkan data lengkap berkaitan kasus COVID-19 di Kota Malang. Data itu akan ditunjukkan saat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Panjaitan datang ke Malang.

Luhut dijadwalkan datang ke Malang untuk memantau langsung penanganan COVID-19 di Kota Malang, Jumat (13/8/2021). Langkah ini menyusul poin evaluasi PPKM level 4 Jawa-Bali, periode 3 Agustus-9 Agustus 2021.

Permasalahan dalam penanganan COVID-19 di Malang Raya diungkap Menko Luhut saat konferensi pers digital di Jakarta, Senin (9/8/2021).

Saat itu Koordinator PPKM Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan selama diterapkan kebijakan PPKM level 4, level 3, dan level 2 sudah terjadi penurunan kasus dan perawatan rumah sakit di wilayah anglomerasi Jawa dan Bali, kecuali Malang Raya dan Bali.

"Mulai besok satgas datang. Karena Jumat Pak Luhut secara langsung dengan Pak Menteri BUMN, Insya Allah mau datang ke Kota Malang," ucap Sutiaji kepada wartawan, Rabu (11/8/2021).

Sutiaji menegaskan, penilaian pemerintah pusat akan dijawab dengan hasil pendataan riil di lapangan. Karena ada keterlambatan dalam input data, sehingga terlihat kasus COVID-19 di Kota Malang tak terkendali. Padahal angka kesembuhan mencapai 90 persen.

"Ternyata data yang belum terlaporkan jumlah kesembuhan lebih dari 1.000 yang belum terlaporkan. Kan kesembuhan kita dari kemarin rata-rata kecil, sekarang kan laporan sampling dari tiga kecamatan tadi sudah hampir 90 persen tingkat kesembuhannya," tegas Sutiaji.

Sutiaji menambahkan, ada beberapa kriteria dalam penentuan level 4, yakni ketersediaan bed, positif rate, vatality rate, tingkat tracing dan testing.

Menurutnya, apa yang selama ini dilakukan pihaknya sudah maksimal. Namun keterisian bed rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) COVID-19 di Kota Malang justru banyak terisi warga luar Malang. Hal ini yang mungkin dilihat pemerintah pusat penanganan COVID-19 di Malang belum maksimal.

"BOR kita lebih dari 90 atau 85 persen. Kan sudah sering saya sampaikan dari 1.007 tempat tidur yang yang tersedia di 11 rumah sakit rujukan, warga kita, Kota Malang yang masuk di rumah sakit itu tidak lebih 280-an," tuturnya.

Lalu soal positifity rate di Kota Malang, lanjut Sutiaji, sudah mengalami penurunan lebih dari 50 persen.

"Sudah hampir tiap hari kita sudah menurun mendengar bunyi sirine ambulan kan," imbuhnya.

Berdasarkan data selama lima hari terakhir masih terdapat tambahan 681 kasus COVID-19 periode 6 sampai 10 Agustus 2021. Sedangkan pasien sembuh sebanyak 1.171 orang. Sementara total ada 12.739 kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

Rinciannya sebanyak 2.831 pasien aktif atau menjalani perawatan, 9.007 pasien dinyatakan sembuh, dan 898 kasus meninggal dunia.

Simak juga 'Kasus Harian Covid Menurun, Prediksi Luhut Tepat?':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)