Menko Luhut Sentil Penanganan COVID-19 di Malang, Ini Respons Wali Kota Sutiaji

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 11 Agu 2021 10:15 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji
Wali Kota Malang Sutiaji (Foto: Muhammad Aminudin/detikcom)
Malang -

Malang Raya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat terkait penanganan COVID-19 selama penerapan PPKM level 4. Malang raya dan Bali disebut Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Panjaitan belum optimal menangani COVID-19. Padahal, Kota Malang sebelumnya mendapat pujian dalam menangani COVID-19.

Hal itu diungkap Luhut saat konferensi pers digital di Jakarta, Senin (9/8/2021). Saat itu Koordinator PPKM Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan selama diterapkan kebijakan PPKM level 4, level 3, dan level 2 sudah terjadi penurunan kasus dan perawatan rumah sakit di wilayah anglomerasi Jawa dan Bali, kecuali Malang Raya dan Bali.

"Kami akan melakukan intervensi untuk menurunkan laju penambahan kasus. Tim kami sudah ke sana. Nanti saya juga akan ke sana," ujarnya.

Wali Kota Malang Sutiaji langsung merespons perhatian pemerintah pusat dengan mengumpulkan camat, lurah dan Dinas Kesehatan. Di situ ditemukan beberapa data pasien sembuh yang ternyata belum terupdate.

"Ternyata masih banyak data yang belum terinput secara maksimal. Terutama berkaitan dengan data kesembuhan pasien. Hal itu mempengaruhi penilaian data secara keseluruhan," kata Sutiaji kepada wartawan, Rabu (11/8/2021).

Sutiaji mengakui ada banyak tambahan kasus COVID-19 baru di Kota Malang beberapa hari terakhir. Namun penambahan kasus baru, juga diiringi dengan kesembuhan pasien COVID-19 yang cukup banyak.

Selain itu, kata Sutiaji, ada kendala yakni keterlambatan input data. Karena terlambat, laporan data semestinya diinput hari ini. Harus mundur atau tertunda dan diikutkan data keesokan harinya bahkan lusa. Hal itulah yang menyebabkan penambahan kasus seolah tak terkendali.

"Padahal sebenarnya data nama yang dimasukkan itu orangnya sudah sembuh. Makanya kami kumpulkan semua puskesmas dan camat untuk saling mencocokkan data ini," tegasnya.

Wali Kota Sutiaji memastikan akan menyiapkan perbaikan data dalam waktu dekat, dan akan ditunjukkan saat Menko Marvest Luhut Panjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir, datang ke Malang, lusa nanti atau Jumat (13/8/2021).

"Tentu kami siapkan data terkait apa yang sudah dilakukan. Serta perbaikan input data pasien agar data yang dipublish sesuai dengan yang ada di lapangan," terangnya.

Keterlambatan input data disebut Sutiaji bukanlah yang pertama kali. Mengingat di 2020 lalu hal serupa juga sudah terjadi, pihaknya berupaya untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh.

"Tahun 2020 lalu juga sempat kami minta untuk mencocokkan data juga," pungkasnya.

Sebagai informasi di Kota Malang selama lima hari terakhir masih terdapat tambahan 681 kasus COVID-19 sejak 6 - 10 Agustus 2022. Sementara total ada 12.739 kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

Rinciannya sebanyak 2.831 pasien aktif atau menjalani perawatan, 9.007 pasien dinyatakan sembuh, dan 898 kasus meninggal dunia.

Simak juga 'Ada Peminjaman Oximeter untuk Pasien Isoman di Malang, Ini Caranya':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)