Penduduk Jatim Berkurang Hampir 50 Ribu, Varian Delta Salah Satu Penyebabnya

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 20:48 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim Dr Andriyanto
Kepala DP3AK Jatim Dr Andriyanto/Foto: Istimewa
Surabaya - Jumlah penduduk di Jatim berkurang hampir 50 ribu selama Januari-Juli 2021. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim Dr Andriyanto menyebut, COVID-19 varian Delta salah satu penyebabnya.

"Kita tahu, rentan Januari-Juli 2021, varian Delta ini menyebar, dan angka kematian juga turut meningkat. Jumlah penduduk di Jatim berkurang 50 ribu, salah satunya karena pandemi Corona varian baru ini," ujar Andriyanto kepada detikcom, Selasa (10/8/2021).

Andriyanto menjelaskan, data tersebut ia dapatkan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri RI. Data itu merupakan Data Kependudukan (Konsolidasi) Bersih atau DKB Semester 1 Tahun 2021.

Andriyanto menjelaskan, jumlah penduduk Jatim berdasarkan DKB Semester 2 Tahun 2020, sebesar 41.044.406 jiwa. Sedangkan dalam rilis terbaru pada akhir Juli 2021, berdasar DKB Semester 1 Tahun 2021 sebesar 40.994.515 jiwa.

"Ada penurunan 49.891 atau hampir 50.000 jiwa. Bahwa penurunan jumlah penduduk ini dapat terjadi, mengingat di masa pandemi COVID-19 ini, sejak Bulan Januari-Juli 2021 masif dilaporkan data kematian masyarakat ke Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota setempat," katanya.

"Sehingga oleh Dinas Dukcapil segera diterbitkan Akta Kematian dan Kartu Keluarga (KK) baru yang telah dihilangkan anggota keluarga yang telah meninggal tersebut, kemudian dilaporkan ke Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di pusat," sambungnya.

Menurut Andriyanto, penurunan jumlah penduduk Jatim juga seiring dengan upaya KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam menghilangkan atau membersihkan penduduk yang telah meninggal dunia tapi masih tercatat di kartu keluarga.

"Bahwa per tanggal 10 Agustus 2021 tercatat jumlah kematian akibat COVID-19 di Jatim sebesar 23.621 dan di antaranya anak-anak yang meninggal sebanyak 125 jiwa. Dengan rincian usia 0-5 tahun sebanyak 59 jiwa dan usia 6-18 tahun sebanyak 66 jiwa," ungkapnya.

"Bahwa berdasarkan estimasi jumlah kematian akibat COVID-19 di Jatim tersebut, kurang lebih sekitar 5.733 terdapat anak-anak yang menjadi yatim/piatu/yatim piatu dikarenakan orang tuanya meninggal karena COVID-19," pungkasnya.

Simak video 'Angka Kesembuhan Covid-19 di RI Naik Signifikan-Kematian Juga Meningkat':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)