Trik Petugas di Pacitan Tenangkan Penyandang Disabilitas yang Takut Divaksin

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 17:52 WIB
Tangan Kelvin Adi Widaryanto (17) tampak gemetar. Matanya terus mengamati lengan kirinya yang hendak disuntik vaksin. Meski tak menangis, namun tangan dia kepalkan pertanda takut jarum suntik.
Kelvin Adi Widaryanto (17) tampak gemetar/Foto: Purwo Sumodiharjo
Pacitan -

Tangan Kelvin Adi Widaryanto (17) tampak gemetar. Matanya terus mengamati lengan kirinya yang hendak disuntik vaksin. Meski tak menangis, namun tangan dia kepalkan pertanda takut jarum suntik.

Petugas kesehatan tak kehabisan akal. Dibantu seorang guru, perempuan itu berusaha menenangkan Kelvin. Sembari persiapan dilakukan, si petugas mengajaknya berbincang. Sesekali dirinya berusaha mengalihkan pandangan Kelvin.

"Hayo ini namanya apa?" ucap petugas di sela vaksinasi, Selasa (10/8/2021) siang.

"Vaksin," jawab Kelvin disambut kalimat pujian dan tepuk tangan.

Tanpa sadar proses vaksinasi dilalui Kelvin tanpa terganggu rasa takut. Pola pendekatan yang komunikatif terbukti menjadi salah satu kunci kesuksesan vaksinasi bagi kelompok disabilitas seperti Kelvin.

Saat berada di ruang observasi, Kelvin juga tampak tenang. Detikcom berusaha melempar pertanyaan ringan tentang bagaimana rasanya divaksinasi.

"Sakit. Sudah ndak takut lagi," jawab penyandang tuna grahita yang duduk di kelas 1 SMA Sekolah Luar Biasa (SLB) YKK tersebut.

Kelvin hanyalah satu dari 25 orang penyandang disabilitas yang mendapat kesempatan disuntik vaksin. Kegiatan yang diselenggarakan di halaman Mapolres Pacitan merupakan bagian dari program Vaksinasi Merdeka Semeru yang dihelat serentak oleh Polda Jatim.

Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, semula pihaknya mengundang 30 warga disabilitas. Hanya saja karena sebagian berhalangan, peserta vaksinasi hari pertama hanya diikuti 25 orang.

Sesuai data yang ada, lanjut kapolres, terdapat 294 orang penyandang disabilitas di Kabupaten Pacitan. Semuanya akan mendapat kesempatan disuntik vaksin jenis Shinofarm. Pelaksanaannya sendiri dilakukan secara bertahap.

"Selain divaksin, warga disabilitas juga kita berikan bantuan sosial. Mudah-mudahan niat baik ini bermanfaat," harapnya.

Ia menambahkan, kalangan penyandang disabilitas memang menjadi salah satu sasaran vaksinasi. Hal itu karena selama ini mereka memiliki keterbatasan untuk mengakses layanan kesehatan. Tak hanya pergerakan namun juga kesulitan untuk melakukan pendaftaran.

Informasi dihimpun dari Dinas Kesehatan setempat, Kabupaten Pacitan mencatat ada 472.591 sasaran vaksinasi COVID-19. Dari jumlah sebanyak itu realisasinya baru 12 persen. Kurangnya stok vaksin menjadi alasan capaian vaksinasi relatif lambat.

(sun/bdh)