RS Lapangan Tembak Surabaya Hari Ini Kosong Pasien COVID-19

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 16:34 WIB
RS Lapangan Tembak (RSLT) Surabaya mulai beroperasi pada Minggu (11/7) sore. Ada 180 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit tersebut.
Bed di RS Lapangan Tembak Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Pasien COVID-19 yang menjalani isolasi di Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) Surabaya terus menurun. Bahkan per hari ini tidak ada pasien yang menjalani isolasi.

"Alhamdulillah mulai dari kemarin, tidak dihuni oleh orang-orang yang terkena COVID-19. jadi Alhamdulillah ketika ada yang terpapar COVID-19 di Surabaya, ini teman-teman dari Satgas Kecamatan maupun Kelurahan melakukan mediasi untuk bisa ditaruh di rumah sehat maupun HAH. Kalau seandainya gejala agak sedang maupun ke arah berat, maka akan langsung dirujuk ke RS Soewandhi," ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara kepada wartawan di Kantor Humas Pemkot, Selasa (10/8/2021).

Febri mengatakan sebelumnya pasien COVID-19 yang dirawat di RSLT berjumlah ratusan. Berkat peran masyarakat dan semua pihak, kasus COVID-19 di Surabaya mulai melandai.

"Hampir 100-an ada. Tapi Alhamdulillah, karena memang pelaksanaan PPKM level 4 ini, dan juga bantuan dari warga kota surabaya yang disiplin terhadap prokes, sehingga kondisi COVID-19 di Surabaya mulai melandai. Tapi kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan," ungkap Febri.

Febri menjelaskan kenapa kasus COVID-19 di Surabaya mulai melandai. Menurutnya upaya pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19 dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. Salah satunya mendirikan rumah sehat di setiap kelurahan maupun tempat isolasi terpadu.

"Kondisi sekarang, jadi kenapa sih ini bisa landai, ya karena kami mencoba untuk melakukan pemutusan mata rantai di awalnya. Jadi di hulunya ini kita main, karena sebanyak apapun hilir, ketika luapan dari hulu banyak maka akan jebol juga. Karena itulah ditampung di rumah sehat. Kalau nggak di rumah sehat ada di Hotel Asrama Haji (HAH)," ungkap Febri.

Meski tidak ada lagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan yang dirawat di RSLT, Febri menjelaskan rumah sakit darurat itu tidak ditutup. Petugas nakes atau pun satgas masih tetap standby di lokasi.

"RSLT saat ini masih posisi standby. Karena kan kembali lagi bahwa COVID ini, penularanya dari manusia ke manusia, asalkan kita bisa tetap menjaga prokes, jaga jarak, kebersihan, dan juga mengikuti vaksin insyaallah akan terjadi suatu perlindungan di Surabaya," lanjut Febri.

Sedangkan jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit darurat GOR Indoor GBT, Febri mengakui masih terisi puluhan pasien.

"Memang ada dan masih dimanfaatkan sekitar 44 pasien yg masih melakukan isoter di GBT. Gejalanya ada yg sedang, dan ringan. Tapi sampai hari ini Insyallah terkendali, pasien juga diperhatikan maksimal oleh petugas di lapangan," tandas Febri.

(iwd/iwd)