Di Momen Tahun Baru Islam, Khofifah Ajak Warga Move On dari COVID-19

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 12:40 WIB
Di momen Tahun Baru Islam, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat move on dari pandemi COVID-19. Move on merupakan bahasa kekinian yang berarti hijrah.
Gubernur Khofifah/Foto: Istimewa
Surabaya -

Di momen Tahun Baru Islam, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat move on dari pandemi COVID-19. Move on merupakan bahasa kekinian yang berarti hijrah.

Menurut Khofifah, semangat Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai format hijrah dari masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19. Caranya, dengan menguatkan semangat bangkit, gotong royong dan solidaritas hingga saling bantu antarsesama manusia.

"Rasa empati dan solidaritas kita benar-benar diuji selama satu tahun setengah ini. Jangan kendor, sebaliknya justru harus semakin diperkuat mengingat dampak pandemi ini memukul semua sektor dan lapisan masyarakat," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (10/8/2021).

Khofifah mengungkapkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan dampak dari COVID-19. Dia mengakui perlu dukungan, kerja sama, kerja keras seluruh lapisan dan elemen masyarakat agar membuahkan hasil yang optimal.

Selain itu, Khofifah juga menyebut pandemi COVID-19 telah memaksa seluruh manusia di dunia melakukan penyesuaian dan perubahan menuju bentuk kenormalan baru. Salah satu semangat hijrah dalam konteks pandemi, yakni disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Konteks hijrah kekinian berbeda. Saat ini kita dituntut untuk mampu beradaptasi dan dengan cepat merespons situasi dan kondisi. Semangat solidaritas kita sebagai sebuah bangsa pun dituntut untuk lebih kuat dan tinggi lagi," imbuhnya.

Tak hanya itu, semangat move on yang dimaksud berlaku pada semua sektor kehidupan. Dalam hal berusaha atau berbisnis misalnya, pandemi COVID-19 dapat dijadikan ajang move on dari cara pemasaran tradisional menjadi cara pemasaran yang lebih modern dengan memanfaatkan teknologi.

"Jika dulu pemasaran serba offline, maka sekarang cobalah untuk mengaktivasi penjualan secara online. Manfaatkan media sosial dan internet yang mudah diakses untuk memperluas jangkauan pasar," ujarnya.

"Konsumen saat ini berubah, jadi tidak bisa kemudian menyalahkan COVID-19 yang notabene merupakan ujian dari Allah SWT. Sebaliknya alih-alih mengeluh maka lebih baik beradaptasi dengan cara-cara yang juga baru. Ini semua agar bisa tetap survive," pungkas Khofifah.

(sun/bdh)