Perawat RSUD Tulungagung dan Bayinya Meninggal Terpapar COVID-19

Adhar Muttaqien - detikNews
Sabtu, 07 Agu 2021 21:16 WIB
perawat dan bayinya di tulungagung meninggal terpapar covid
Pemakaman perawat dan bayinya di tulungagung yang meninggal terpapar COVID-19 (Foto: Dok. RSUD dr Iskak Tulungagung)
Tulungagung - Seorang perawat RSUD dr Iskak Tulungagung beserta bayinya meninggal dunia. Perawat tersebut meninggal setelah menjalani perawatan selama sepekan akibat terpapar virus Corona.

Humas RSUD dr Iskak Tulungagung Mohammad Rifai mengatakan perawat DH meninggal dunia pada Jumat (6/8). Yang bersangkutan divonis terpapar COVID-19 dalam kondisi hamil enam bulan.

"Teman sejawat kami ini menjalani perawatan di rumah sakit sejak 31 Juli. Sebelumnya dia mengalami panas, batuk, kemudian dilakukan rawat inap. Meninggal tanggal kemarin," kata Rifai, Sabtu (7/8/2021).

Dijelaskan Rifai, dalam proses penanganan medis tersebut, tim RSUD dr Iskak telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan DH maupun bayinya. Bahkan dokter melakukan tindakan terminasi kepada perawat tersebut dengan operasi sesar.

"Dua hari sebelum perawat ini meninggal dunia kami melakukan operasi sesar. Tapi Allah berkehendak lain, ibu dan bayinya meninggal dunia. Bayinya tidak meninggal di kandungan, tapi di luar atau setelah dilakukan operasi sesar," jelasnya.

Rifai menambahkan perawat DH tidak memiliki riwayat penyakit bawaan yang kronis. Namun karena kondisinya yang tengah hamil, sehingga memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi.

"Secara fisik tidak ada penyakit penyerta, namun wanita hamil ini termasuk komorbid. Jadi wanita hamil ini memang rentan terhadap COVID-19," imbuhnya.

Rifai menambahkan semasa hidupnya, DH tidak bertugas di ruang isolasi, melainkan bertugas di graha mandiri atau tempat layanan pasien non COVID-19.

"Kami sangat kehilangan dengan meninggalnya rekan sejawat ini. Sampai saat ini terdapat empat perawat di RSUD dr Iskak yang meninggal dunia akibat COVID-19. Dua bertugas di ruang isolasi dan dua bertugas di ruang non COVID-19," jelas Rifai. (iwd/iwd)