Berkah Saat Pandemi, Pemuda Lamongan Sukses Bertani Pisang

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 07 Agu 2021 08:02 WIB
Berkah Keuletan di Masa Pandemi, Pemuda di Lamongan Ini Sukses Dari Bertani Pisang
Sukses bertani pisang cavendish (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Berkah menekuni usaha saat pandemi COVID-19, seorang pemuda di Lamongan akhirnya sukses memetik manisnya perjuangan. Adalah Yanwari Mubarok, pemuda Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, tak canggung bertani pisang.

Dia membudidayakan pisang cavendish, salah satu pisang yang memiliki beragam manfaat, termasuk untuk meningkatkan imunitas tubuh ini. Ari, biasa dipanggil mulai menanam pisang cavendish saat sebagian besar masyarakat masih ragu menanam pisang cavendish dengan cara konvensional.

"Saya memulai menanam pisang cavendish sekitar 2 tahun lalu. Sempat ragu juga tapi setelah saya fikir-fikir, daripada saya tidak melakukan apa-apa dan hanya jadi penonton, mending saya meyakinkan diri saya untuk terus berikhtiar dan produktif," kata Yanwari Mubarok saat berbincang-bincang, Sabtu (7/8/2021).

Saat pandemi datang dan mengharuskan semua orang membatasi aktivitas saat pandemi, Ari mengambil keputusan memulai berkebun dan menekuni pisang cavendish dengan mencari tahu segala sesuatu tentang pisang yang aslinya berasal dari Costarika ini.

"Awal pandemi saya kemudian mulai menseriusi pisang cavendish, karena setelah saya cari tahu ternyata pisang cavendish ini memiliki prospek yang bagus. Selain itu pisang cavendish termasuk tanaman yang mudah karena pupuknya juga tidak terlalu ribet asalkan kebutuhan airnya mencukupi," ujar Ari.

Ari mengaku, sebelum menekuni budidaya pisang cavendish, dulunya menanam palawija di areal sawahnya. Dia pun memberikan tips agar para petani pisang cavendish bisa sukses. Salah satunya manajemen waktu dan pola tanam bagi yang memiliki lahan tanam luas.

"Menanam pisang cavendish itu berbeda dengan padi yang harus ditanam serentak. Ada manajemen waktu kapan waktunya menanam, kapan waktunya memanen, karena pisang cavendish ini tidak bisa kita tanam semuanya secara bersamaan seperti saat menanam padi," terangnya.

Simak juga 'Cukup Bayar Rp 2.000, Bisa Makan Sepuasnya di Warung Ini':

[Gambas:Video 20detik]