Cerita Owner Yuasafood Ajak Petani Dieng Genjot Budidaya Buah Carica

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 18:19 WIB
Pemilik Yuasafood Trisila Juwantara yang membuat manisan carica.
Foto: Screenshot/detikcom
Jakarta -

Buah carica atau pepaya dieng mungkin belum banyak dikenal oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Padahal jika diolah, buah ini punya nilai jual yang cukup tinggi.

Masih minimnya popularitas carica di Indonesia membuat salah satu Entrepreneur Heroes BNI, Trisila Juwantara mendorong para petani di Dieng untuk membudidayakan carica. Ia juga turut menggandeng para UKM di sana untuk mengolah carica menjadi produk bernilai.

"Pepaya dieng atau yang dikenal carica merupakan salah satu buah yang jarang diketahui masyarakat Indonesia. Tahun 2001 Yuasafood mulai berdisi itu karena melihat situasi carica belum dikenal luas. Jangankan orang luar negeri, orang kita banyak yang belum tahu carica itu apa. Padahal carica itu sejenis tanaman hutan famili pepaya biasa cuma tidak bisa dikonsumsi (dalam kondisi) segar sehingga diperlukan pengolahan supaya bisa dikonsumsi secara aman," ujarnya dalam acara Festival Ide Bisnis by Xpora, Senin (2/8/2021).

Lebih lanjut Trisila menjelaskan dulunya pengembangan carica masih sangat minim. Bahkan, di tahun 2001 hanya ada 5 UKM di Dieng. Hal ini mengingat saat itu, masyarakat di sana masih cenderung tertarik untuk menanam sayuran.

"Dari situlah kami kenalkan kepada petani ayo pada nanam carica di mana hasil panennya pasti kita tampung, kita olah dan akan kita produksikan. Memang tidak mudah untuk meyakinkan para petani yang mau mengembangkan carica karena dataran tinggi Dieng itu berpotensi untuk tanaman sayur, jadi mereka tertarik menanam sayur dengan volume yang tinggi dan dengan harga yang saat itu cukup bagus," katanya.

"Padahal carica ini walaupun jumlahnya sedikit, tapi kalau dihitung cost produksi dengan margin, marginnya sangat luar biasa. Karena carica ditanam pada usia 1,5 tahun sudah bisa berbuah sepanjang masa dan harganya stabil," imbuhnya.

Lambat laun, Trisila mengatakan popularitas carica meluas hingga pasar pun mulai terbuka. Para petani dan masyarakat sekitar juga banyak yang mulai tertarik menanam carica.

"Kondisi setelah 2001 kami pelan-pelan merintis bersama petani dan masyarakat sekitar mempromosikan carica sehingga pasar mulai terbuka. Otomati hal ini membuat kebutuhan bahan baku meningkat. Kami pun mengajak petani untuk lebih banyak menanam carica. Ini menjadi pemicu masyarak sekitar untuk ikut menanam carica," paparnya.

Selain mengajak para petani, Trisila mengatakan pihaknya juga terus memberi motivasi hingga pelatihan. Bahkan, seiring berjalannya waktu carica pun menjadi produk unggulan dan oleh-oleh khas Wonosobo.

"Kemudian kami juga ikut memotivasi temen-temen UKM untuk ikut memproduksi carica menjadi makanan olahan, dan kami beri pelatihan bersama dinas terkait. Sehingga hingga saat ini jumlah UKM lebih dari 350 UKM, kalau masing-masing memiliki jumlah tenaga kerja berarti sebanyak 3.500 tenaga kerja terserap di bidang carica," ungkapnya.

Hingga kini, beberapa produk carica juga sukses dipasarkan hingga ke Thailand, Malaysia, Singapura. Bahkan, Yuasafood juga telah mengikuti berbagai pameran di Jepang, Amsterdam, Arab Saudi, hingga Kanada.

Adapun hal ini tentu tak lepas dari kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan eksportir dari Singapura, yakni PT. Halden CO LTD dan PT Carica Recourses Indonesia di Jakarta. Di samping itu, kualitas produk juga menjadi kunci suksesnya bisnis Yuasafood.

"Tanaman carica hanya bisa ditanamn di dataran tinggi Dieng. Nah ini makanya harus kita gandeng petani pemilik lahan di Dieng, UKM, dan pemasar. Saat ini banyak UKM yang melakukan usaha carica sehingga standar sangat penting. Jadi, kami mengadopsi standar internasional, yakni sertifikasi organik Eropa-Amerika, SNI, keamanan pangan HaCCP, halal MUI, dan ijin edar BPOM-RI," katanya.

Selain itu, perkembangan carica juga tak lepas dari permodalan perbankan. Hal inilah yang juga membuat bisnis carica bisa maju hingga saat ini.

"Pada tahun 2016 dari BNI membantu kami untuk mengadakan Carica Daya di Wonosobo karena sudah banyak masyarakat yang merasakan kesejahteraan berkat carica. Waktu itu BNI membantu pemasaran, permodalan hingga bisa berkembang hingga kini," pungkasnya.

Untuk mengetahui cerita inspiratif dari para Entrepreneur Heroes BNI lainnya, kamu bisa menyaksikan acara Festival Ide Bisnis Xpora by BNI yang masih berlangsung hingga 3 Agustus 2021 mendatang.

Acara ini bisa disaksikan pada pukul 13.00-14.30 WIB melalui streaming di detik.com/ide-bisnis-xpora. Yuk ikut dan dapatkan Ide Bisnis Ekspor yang Kreatif dari Para Entrepreneur Heroes BNI #EksporJadiMudah #UMKMGoGobal #SemangatBangkitdariCorona sponsored by BNI.

(prf/ega)