Balihonya Menjamur di Surabaya, Warga Kenal Puan Maharani Atau Tidak?

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 22:40 WIB
baliho puan maharani
Baliho Puan Maharani di Surabaya (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Baliho Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani tengah menjamur di mana-mana. Tak terkecuali di Surabaya, hampir di setiap jalan protokol, baliho Ketua DPR RI itu tampil menghiasi papan reklame.

Detikcom kemudian menanyakan ke sejumlah warga terkait baliho tersebut. Hasilnya, ada yang mengenal dan ada juga yang tidak mengenal apalagi mengetahui Puan.

Salah satu warga Surabaya, Oni (24) misalnya, ia mengaku tidak mengenal sama sekali Puan. Pria pemilik warung kopi (warkop) itu juga menilai baliho yang beredar biasa saja.

"Mboten kenal kulo (tidak tahu saya). Dibilang menarik (baliho) juga biasa saja," ujar Oni kepada detikcom, Rabu (5/8/2021).

Senada, Jihan (34), perempuan yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga juga mengaku tak mengenal Puan. Sebaliknya, ia malah menanyakan asal usulnya.

"Tidak. Orang mana. Saya ndak tahu orang-orang seperti itu," tutur Jihan.

Berbeda dengan dua warga di atas, Sugeng (49) salah satu warga yang sehari-hari bekerja sebagai sopir bus mengaku mengenalnya. Ia juga mengetahui jabatan Puan saat ini sebagai ketua DPR RI.

"Anaknya Megawati. Ya, sedikit saja yang saya tahu selain itu dia juga Ketua DPR kan," kata Sugeng.

Sugeng menilai baliho itu kemungkinan sebagai pengenalannya untuk Pilpres 2024. Menurutnya, pemasangan baliho itu tidak membawa dampak bagi rakyat.

"Barangkali untuk memperkenalkan diri guna Pilpres 2024. Ya gak apa-apa sih uang mereka juga. Dan lagi banyak iklan-iklan atau baliho seperti itu. Tapi intinya gak ada efek bagi orang kecil kayak saya," kata Sugeng.

Ditanya apakah akan memilih Puan seandainya maju di Pilpres 2024? Sugeng mengaku tidak tahu. Ia hanya menegaskan siapapun presidennya tak akan merubah nasib orang-orang sepertinya.

"Belum tahu, karena bagi saya siapapun presidennya gak akan merubah hidup saya. Yang penting tetap berpikir untuk kemajuan dan kerukunan NKRI, itu saja," tandas Sugeng.

(iwd/iwd)