Baliho Petinggi Partai di Jatim, Pengamat Sebut Cek Ombak Pilpres 2024

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 21:57 WIB
baliho
Baliho para petinggi partai (Foto: Dok. detikcom)
Surabaya -

Baliho sejumlah tokoh partai bertebaran di Jatim. Baliho yang bertebaran ini mulai dari Puan Maharani (PDI Perjuangan), Muhaimin Iskandar (PKB), Airlangga Hartarto (Golkar) hingga Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (Demokrat). Baliho ini ditemukan di sejumlah lokasi strategis.

Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Agus Mahfudz Fauzi menyebut baliho-baliho para petinggi parpol itu salah satunya bertujuan untuk cek ombak menuju Pilpres 2024.

"Iya memang cek ombak (untuk Pilpres 2024), ada kategori itu, ada ruangan untuk itu. Tapi sebetulnya, kurang tepat kalau di baliho hanya menggambarkan dirinya tanpa pesan yang jelas dan tidak terlalu sesuai jadi kebutuhan warga saat ini," ujar Agus kepada detikcom, Rabu (4/8/2021).

Agus menilai, pemasangan baliho para Ketua Parpol tersebut tidak akan menguntungkan, tanpa memberi pesan sesuai kebutuhan masyarakat di tengah pandemi ini.

"Harus bisa memanfaatkan suasana pandemi, karena warga mencari orang yang bisa memberi solusi terkait suasana pandemi COVID-19 ini. Saat ini negara kan telah berusaha tapi belum bisa maksimal hasilnya. Seandainya figur-figur itu bisa memberi solusi kepada warga, itu lebih berarti (untuk 2024)," terangnya.

Agus mengatakan baliho-baliho tersebut hanya akan dilihat oleh pengendara di jalan tanpa memberi pesan dan kesan apapun. Ia menyarankan, para petinggi parpol lebih kreatif dan memberi solusi kepada rakyat.

"Harusnya menampilkan sesuatu yang menolong, bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Kalau sifatnya hanya baliho, bukan dengan kebutuhan masyarakat niatnya, ya kurang bisa diterima masyarakat," tegasnya.

"Ada banyak cari mencari simpati warga, bisa juga partainya jadi relawan atau saat isoman, relawan dari partai tertentu selalu men-support warga tidak peduli warga itu kaya/miskin. Apalagi saat ini, pemerintah tengah membatasi kegiatan warga dengan PPKM level 3-4," sambungnya.

Agus menambahkan, jika tujuannya untuk Pilpres 2024, maka masyarakat saat ini cenderung masih fokus terhadap dampak pandemi COVID-19 yang dialami.

"Baliho itu memang ada hubungan mencari suara untuk 2024. Seharusnya partai mengemas lagi, agar publik tidak salah mengartikan. Masyarakat melihat berbagai baliho menampilkan profil atau foto dirinya (ketum/petinggi parpol) tidak ada penanganan COVID-19 atau solusi hanya lalu saja, tanpa melihat siapa dia. Kalau ada pesan atau sesuatu pasti akan melirik," ungkapnya.

"Dari segi keuntungan, kalau gambarnya punya solusi pandemi, ada untungnya. Tetapi kalau sifatnya gambar basa basi dan publik melihat kepentingan 2024 malah kontra produktif," pungkasnya.

(iwd/iwd)