3 Komisi di DPRD Kota Probolinggo Nekat Kunker Meski PPKM Level 4

M Rofiq - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 22:00 WIB
Tiga komisi di DPRD Kota Probolinggo nekat kunker di masa PPKM Level 4. Satgas COVID-19 setempat menyayangkan apa yang dilakukan para anggota dewan.
DPRD Kota Probolinggo/Foto: M Rofiq/detikcom
Probolinggo -

Tiga komisi di DPRD Kota Probolinggo nekat kunker di masa PPKM level 4. Satgas COVID-19 setempat menyayangkan apa yang dilakukan para anggota dewan.

"Sangat menyayangkan dan menyesalkan apa yang dilakukan anggota DPRD Kota Probolinggo, melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah. Sedangkan pemerintah daerah dan pemerintah pusat bersusah payah memutus penyebaran COVID-19. Dan ada surat edaran pelarangan dinas ke luar kota, apalagi saat ini masih berlangsung PPKM level 4," ujar Kepala Satgas COVID-19 Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, Rabu (4/8/2021).

Dalam informasi yang diterima detikcom, Komisi I dan III DPRD Kota Probolinggo tengah melakukan kunker di Jawa Tengah. Sedangkan Komisi II akan kunker ke Jombang pada Kamis (5/8), untuk studi banding penanggulangan COVID-19.

Samsul Huda, Pemerhati Kemajuan Kota Probolinggo juga menyayangkan kunker yang dilakukan para anggota dewan. Menurutnya, seharusnya DPRD memberi contoh yang baik ke masyarakat di tengah PPKM level 4. Di mana masyarakat diimbau mematuhi prokes 5M, sementara wakil rakyat malah keluar kota.

"Seharusnya memberi contoh yang baik ke masyarakat, kenapa para wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat malah kunjungan kerja ke luar kota. Apalagi saat ini masih pemberlakuan PPKM level 4," terang Samsul.

"Harusnya ditahan dulu jangan melakukan kunjungan kerja sampai penyebaran COVID-19 mulai reda. Dan yang dikunjungi semua komisi DPRD Kota Probolinggo, semua daerah semuanya melaksanakan lanjutan PPKM level 4 sampai tanggal 9 Agustus 2021," imbuhnya.

Samsul juga menyarankan, lebih baik anggaran kunker dibuat bakti sosial ke masyarakat yang sedang terpuruk akibat pandemi COVID-19. Kunker juga dikhawatirkan akan menjadi ajang masuknya virus ke Kota Probolinggo.

"Kunker saat ini kurang tepat, apalagi yang dibahas masalah penanggulangan penyebaran COVID-19. Bukannya memutus melainkan yang ditakutkan membawa virus ke Kota Probolinggo. Alangkah baiknya anggaran dibuat untuk bantuan sosial buat masyarakat yang terpuruk akibat pandemi COVID-19," pungkas Samsul.

(sun/bdh)