Keluarga Korban Pembunuhan Trainer Kebugaran di Surabaya Masih Trauma Berat

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 18:37 WIB
Fardy Candra (46), seorang member pusat kebugaran di Surabaya tewas dibunuh trainer-nya pada April lalu. Keluarga Fardy menuntut keadilan.
Keluarga Fardy Candra (46)/Foto: Amir Baihaqi/detikcom
Surabaya -

Fardy Candra (46), seorang member pusat kebugaran di Surabaya tewas dibunuh trainer-nya pada April lalu. Keluarga Fardy menuntut keadilan.

Sebab pekan depan, pelaku pembunuhan tersebut, Erens (38) akan menjalani persidangan. Juliana Sinatra (43), istri korban mengaku masih trauma berat dan menderita baik fisik maupun mental, usai peristiwa pembunuhan itu.

"Sampai sekarang mental saya masih terbebani dengan kepergian suami saya yang dibunuh secara keji dengan ditusuk berulang-ulang. Saya juga menderita fisik dan mental," tutur Juliana, Rabu (4/8/2021).

Tak hanya dirinya, anak-anaknya juga mengalami trauma yang berat. Sehingga ia harus mengungsikan mereka ke rumah neneknya di Sulawesi dan mendapat pendampingan dari psikolog.

"Terutama anak-anak saya. Anak-anak ini ada tiga dan masih terpukul semua. Sampai sekarang saya ungsikan anak-anak ke Sulawesi ke tempat papanya," kata Juliana.

"Supaya secara mental bisa sehat. Saya juga carikan psikolog untuk mendampingi mereka agar tidak tertekan dan trauma," imbuhnya.

"Anak saya yang pertama dan kedua kembar. Terbesar usia 14 tahun. Yang ketiga 12 tahun," lanjut Juliana.

Menurut Juliana, trauma itu terjadi karena pada waktu kejadian, anak-anaknya sempat mendengar ayahnya dibunuh di tempat kebugaran. Karena ingin memastikan, anak-anak ini bahkan sempat ke lokasi kejadian.

"Lokasi kejadian dengan rumah saya itu dekat. Waktu itu anak-anak mencari papanya langsung ke lokasi kejadian setelah membaca ada berita soal papanya," terangnya.

"Jadi mereka sampai sekarang masih trauma. Apalagi anak saya yang perempuan. Karena waktu itu berita-berita kan begitu heboh. Di sosmed juga heboh," tambah Juliana.

Sementara itu, pengacara keluarga korban Joni Iwansyah dari kantor hukum Adi Wijaya and Partners mengatakan, pihaknya berharap pelaku pembunuhan diadili seadil-adilnya. Sebab, dampak mental dan fisik keluarga korban sangat besar.

"Minggu depan kan pelaku akan disidang. Jadi kami memohon agar pelaku bisa diadili seadil mungkin. Karena itu dampaknya sangat besar terutama anak-anaknya," ujar Joni.

Sebelumnya diberitakan, seorang member sebuah pusat kebugaran di Surabaya tewas. Member Araya Family Club itu tewas setelah ditusuk seorang trainer.

"Kejadian sekitar pukul 08.15 WIB," kata Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Zainal Abidin kepada detikcom, Senin (26/4/2021).

Abidin mengatakan ada tujuh tusukan pada badan korban. Tusukan mengenai punggung dan leher korban. Korban langsung ambruk bersimbah darah usai ditusuk berkali-kali.

(sun/bdh)