Kepala Puskesmas di Jombang Belum Dicopot Meski Ada Insiden Penggembokan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 16:49 WIB
puskesmas digembok
Puskesmad Bandar Kedungmulyo (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Seorang kepala desa nekat menggembok pintu gerbang Puskesmas Bandar Kedungmulyo, Jombang karena kecewa dengan kinerja kepala puskesmas (kapus) dalam menangani pandemi COVID-19. Namun, sampai hari ini Kapus dr Nanik Purbawati belum diganti.

Kades Bandar Kedungmulyo Zainal Arifin menggembok pintu gerbang Puskesmas Bandar Kedungmulyo pada Selasa (3/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Ia bersama Sekda Jombang Akhmad Jazuli membuka kembali gembok pintu gerbang di hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB.

Penutupan paksa puskesmas tersebut dilakukan Zainal untuk menuntut Pemkab Jombang segera mengganti Kepala Puskesmas Bandar Kedungmulyo dr Nanik Purbawati. Namun, sampai hari ini dr Nanik masih tetap pada jabatannya. Hanya saja ia tidak masuk kerja dengan alasan sakit.

"Belum (Kapus Bandar Kedungmulyo belum diganti), masih proses mutasi. Tidak bisa langsung, perlu proses. Pemda meyakinkan tetap diproses, tapi masih perlu waktu sekitar satu mingguan," kata Zainal kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Pria yang juga menjabat Koordinator Kades se-Kecamatan Bandar Kedungmulyo ini memilih menunggu proses pergantian Kapus Bandar Kedungmulyo yang diproses Pemkab Jombang. Di lain sisi, pihaknya juga memantau pelayanan di puskesmas tersebut. Karena selain menuntut pergantian kapus, para kades juga meminta optimalisasi pelayanan.

"Kami pantau, kalau masih ada keluhan dari masyarakat kami tindak lanjuti, akan kami ambil alih lagi. Artinya, seperti yang untuk protes kemarin, tapi dengan sudah ditegur Dinkes insyaallah tidaklah," terangnya.

Sekda Jombang Akhmad Jazuli menyebut, situasi di Desa maupun Puskesmas Bandar Kedungmulyo sudah kembali kondusif. Terkait pergantian Kapus, menurutnya menjadi kewenangan Bupati Mundjidah Wahab.

"Nanti dievaluasi, intinya gitu ya. Itu (penggantian Kapus) nanti kewenangan Bupati. Yang penting usulan kades sudah saya sampaikan semuanya," tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jombang drg Subandriyah memilih irit bicara ihwal pergantian Kapus Bandar Kedungmulyo. "Tidak paham, itu urusannya BKD (Badan Kepegawaian Daerah)," cetusnya.

Penggembokan pintu gerbang Puskesmas Bandar Kedungmulyo dilakukan Kades Bandar Kedungmulyo Zainal Arifin karena kecewa dengan kinerja Kapus tersebut, dr Nanik Purbawati. Ia dan para kades se-Kecamatan Bandar Kedungmulyo menilai dr Nanik kurang bisa diajak bekerjasama menangani pandemi COVID-19.

Sehingga ia menuntut Pemkab Jombang segera mengganti dr Nanik. Kapus yang baru diharapkan mampu bersinergi dengan tiga pilar desa dalam menangani pandemi Corona. Selain itu, para kades juga menuntut optimalisasi pelayanan di Puskesmas Bandar Kedungmulyo.

(iwd/iwd)