Baliho Puan-Airlangga-Cak Imin Bertebaran, Efektif Gaet Massa di 2024?

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 16:35 WIB
baliho
Baliho para tokoh nasional (Foto: Dok. detikcom)
Surabaya -

Baliho sejumlah tokoh partai bertebaran di Jatim. Jika baliho ini bertujuan untuk cek ombak atau mengenalkan kandidat sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, seberapa efektifkah baliho ini?

Baliho yang bertebaran ini mulai dari Puan Maharani (PDI Perjuangan), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (PKB), Airlangga Hartarto (Golkar) hingga Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (Demokrat). Baliho ini ditemukan di sejumlah lokasi strategis.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdus Salam berpendapat keberadaan baliho masih strategis. Surokim menilai, baliho juga cukup murah.

"Mengingat waktu kontestasi yang masih lama tiga tahun lagi, keberadaan media baliho masih cukup strategis dan signifikan menurut saya dan termasuk dari segi biaya relatif murah jika dibandingkan dengan media yang lain," kata Surokim saat dihubungi detikcom di Surabaya, Rabu (4/8/2021).

Pria yang menjadi peneliti senior di Surabaya Survey Center (SSC) ini menambahkan sejumlah survei media asing menyebut efektivitas baliho masih tinggi dan berada dalam lima besar dalam menjangkau pemilih.

"Apalagi sejauh ini dari berbagai hasil survei media luar ruang baliho masih selalu berada di 5 besar untuk efektivitas menjangkau voters," tambah Surokim.

Kendati demikian, Surokim menjelaskan efektivitas baliho juga harus didukung sejumlah hal. Misalnya menggunakan desain yang unik dan menarik.

"Efektivitas baliho juga ditentukan oleh banyak variabel lain, selain ukuran, tempat pemasangan, juga kontennya. Jika baliho luar ruang itu bisa menarik perhatian voters dan memiliki keunikan, saya pikir masih tetap bisa diandalkan sebagai sebagai salah satu media komunikasi politik saat ini," paparnya.

"Baliho politik yang biasa-basa saja apalagi kesannya mengekor dan tidak punya kekhasan dan pesan yang kuat, saya pikir juga bisa mengurangi daya magis baliho," imbuhnya

Surokim juga menyarankan para politisi untuk serius menggarap baliho yang menarik. Tak hanya di lokasi strategis, Surokim menyebut baliho juga bisa dipasang di daerah rural atau pedesaan, di mana ini bisa menjadi media komunikasi politik yang cukup efektif.

"Untuk daerah rural dan periferi area baliho sejauh ini masih efektif karena jumlah baliho di rural dan periferi masih relatif terbatas. Jadi kandidat harus tetap serius menggarap konten pesan baliho agar memilki daya magis persuasi yang tinggi. Media komunikasi politik kontemporer memang komplementer dan sifatnya saling melengkapi sesuai segmennya. Sejauh ini baliho luar ruang menurut saya masih termasuk yang efektif," pungkasnya.

(hil/iwd)