Pria di Jember Isi Wafer dengan Potongan Silet, Perusahaan Merasa Dirugikan

Yakub Mulyono - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 14:45 WIB
Para pedagang kaki lima (PKL) di Jombang kompak mengibarkan bendera merah putih. Aksi para pedagang ini sebagai simbol semangat mereka untuk melawan pandemi COVID-19.
Wafer yang diisi potongan silet dan staples oleh AG (43)/Foto: Istimewa
Jember -

Pria di Jember mengisi wafer dan sereal dengan potongan silet, lalu membagikannya ke anak-anak. Perusahaan wafer dan sereal tersebut mengadu ke Polres Jember.

Pria tersebut yakni AG (43). Saat ini ia sudah ditangkap. Wafer yang diisi potongan silet dan dibagikan ke anak-anak yakni merek Super Star. Sedangkan serealnya merek Energen.

Dua merek itu merupakan produk dari PT Mayora Indah, Tbk. Pihak perusahaan mengadu ke Polres Jember karena produk makanannya dipakai untuk aksi teror dengan diisi benda-benda tajam.

PT Mayora merasa dirugikan atas ulah AG yang mengisi wafer Super Star dan sereal Energen dengan potongan silet dan staples. Terlebih dua produk itu AG sebar ke masyarakat.

"Wafer merek Super Star dan minuman sereal saset merek Energen itu produk kita dan kita tidak terima digunakan untuk meneror itu," kata Manager Group Regional Sales PT Mayora Indah Jatim dan Bali, Bastian Eko Parmandi, Rabu (4/8/2021).

Menurut Bastian, ulah AG sangat merugikan perusahaan. Wafer berisi potongan silet yang disebarkan oleh AG bisa membangun imej negatif di masyarakat. Konsumen bisa beranggapan dua produk makanan PT Mayora berbahaya.

"Apabila hal itu didiamkan, maka masyarakat akan beranggapan produk kami berbahaya," sambungnya.

Namun sejauh ini, kata Bastian, pihak perusahaan belum melakukan upaya hukum apa pun. PT Mayora masih menunggu proses penyelidikan yang dilakukan polisi.

Bastian menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan makanan ringan yang diproduksi perusahaannya. Karena setiap produk PT Mayora yang beredar dan dipasarkan, dipastikan telah melalui serangkaian uji kualitas sehingga semua produk dipastikan layak konsumsi.

Namun untuk mengantisipasi hal serupa, pihaknya mengimbau masyarakat untuk memeriksa kemasan produk. Jika terlihat rusak maka lebih baik barang dikembalikan ke penjual.

"Secara kualitas produk, kami akan menjamin," pungkasnya.

Sebelumnya, wafer berisi potongan silet dibagikan ke anak-anak di Jalan Cumedak dan Jalan Manggis, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Warga Jalan Manggis, Dibyo mengaku, anaknya merupakan salah satu yang sempat menerima wafer berisi potongan silet itu. Saat itu, pelaku menaruh wafer tersebut di depan rumah.

"Ditaruh di depan rumah. Terus diambil anak saya. Bukan hanya wafer. Ada bubuk sereal. Di dalam bubuk sereal itu juga ada potongan siletnya," kata Dibyo.

Tonton juga Video: Puluhan Warga Cianjur Diduga Keracunan Olahan Kulit Sapi

[Gambas:Video 20detik]




(sun/bdh)