Ratusan Pelamar CPNS dan PPPK Kabupaten Blitar Tak Lolos Seleksi Pemberkasan

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 12:36 WIB
Sebanyak 872 pelamar CPNS tidak lolos seleksi pemberkasan. Ini karena dokumen yang mereka kirim tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Peserta CPNS 2020 antre pemeriksaan prokes/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

Sebanyak 872 pelamar CPNS tidak lolos seleksi pemberkasan. Ini karena dokumen yang mereka kirim tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Kabid Pengadaan Pembinaan dan Pemberhentian Pegawai BKPSDM Kabupaten Blitar Joko Wiyono mengatakan, hasil seleksi administrasi telah diumumkan pada Senin (2/8/2021). Pendaftar CPNS yang sudah submit sebanyak 4.560 orang. Dari jumlah itu, ada 3.688 pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan 872 pelamar tidak memenuhi syarat (TMS).

"Ada 872 yang submit CPNS tidak memenuhi syarat sehingga tidak lolos seleksi administrasi. Ini karena berkas yang di-upload tidak sesuai seperti syarat pendidikan. Misalkan, minimal yang diminta D3 namun pelamar melampirkan ijazah S1," ungkap Joko, Rabu (4/7/2021).

Hal serupa terjadi pada rekrutmen PPPK nonguru. Dari 492 pelamar yang sudah submit, 372 dinyatakan memenuhi syarat atau lolos seleksi administrasi. Sedangkan 120 tidak memenuhi syarat atau tidak lolos seleksi. Mereka yang tidak lolos seleksi administrasi, mayoritas karena masa kerja yang tidak mencukupi atau di bawah 3 tahun.

"Kita PPPK nonguru kuotanya 282. Ini yang lolos seleksi administrasi ada 372. Kalau PPPK yang tidak lolos kebanyakan karena masa kerjanya kurang dari tiga tahun," jelasnya.

Tahap selanjutnya adalah masa sanggahan. Waktunya mulai 4-6 Agustus 2021. Dalam masa sanggahan ini, pelamar yang merasa telah mengirimkan berkas sesuai persyaratan namun dinyatakan tidak lolos bisa melakukan sanggahan.

"Misal sudah merasa upload dokumen ini, tapi panitia nyatakan tidak lolos. Nah itu bisa melakukan sanggahan asal sesuai dengan data yang kami terima. Intinya di masa sanggahan ini, dokumen yang belum ter-upload bisa diperbaiki," imbuh Joko.

Setelah masa sanggahan, Joko mengaku menunggu jadwal pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD). Sama seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan tes dilaksanakan menggunakan sistem CAT. CAT adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer, yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar yang digunakan dalam seleksi CPNS.

"Menyesuaikan selama masa pandemi, tetap pakai CAT. Pelaksanaan kemungkinan tetap di Tulungagung sama seperti tahun lalu," pungkasnya.

(sun/bdh)