Ini Alasan Kades di Jombang Nekat Gembok Pintu Gerbang Puskesmas

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 22:12 WIB
kades di jombang gembok puskesmas
Pintu gerbang Puskesmas Bandar Kedungmulyo digembok (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Kepala Desa Bandar Kedungmulyo, Jombang Zainal Arifin nekat menggembok pintu gerbang Puskesmas Bandar Kedungmulyo. Ia melakukan aksi tersebut karena kecewa dengan kinerja Kepala Puskesmas Bandar Kedungmulyo dr Nanik Purbawati dalam menangani pandemi COVID-19.

Zainal mengatakan penutupan paksa pintu gerbang Puskesmas Bandar Kedungmulyo ia lakukan mewakili aspirasi seluruh kepala desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Menurut dia, para kades menilai dr Nanik kurang kooperatif dalam menangani pandemi Corona.

"Kepala puskesmas ini kurang kooperatif, kurang bisa diajak bekerjasama. Akhirnya saya memberanikan diri mewakili rekan-rekan kepala desa, saya segel supaya Pemkab dan Dinas Kesehatan mengerti apa yang kami inginkan," kata Zainal kepada wartawan di kantornya, Selasa (3/8/2021).

Stigma yang ia lontarkan bukan tanpa alasan. Zainal membeberkan beberapa contoh permasalahan yang membuat dr Nanik dinilai kurang bisa diajak bekerjasama. Salah satunya, Kepala Puskesmas Bandar Kedungmulyo tersebut enggan mengecek kondisi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

puskesmas digembokPintu gerbang Puskesmas Bandar Kedungmulyo digembok (Foto: Enggran Eko Budianto)

"Terkait rumah sehat, para kades menganggarkan Rp 5 jutaan. Dana itu belum bisa kami ambil dari dana desa. Memang ada anggaran, tapi belum turun. Sementara patungan para kades untuk melengkapi semua kebutuhan rumah sehat. Nah, rumah sehat kan perlu peralatan medis, yang paham kapus. Kami rinci, ternyata tabung oksigen kosong, dari 13 tabung hanya tersi 2, kenapa tidak diisi semua? Kalau masyarakat butuh oksigen mendadak bagaimana. Akhirnya kami sepakat butuh regulator, selang oksigen kami siapkan semua," ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Zainal, Puskesmas Bandar Kedungmulyo juga enggan merawat inap pasien non-Corona. Menurut dia, semua warga yang berobat ke puskesmas ini selalu dirujuk ke rumah sakit.

"Sedikit-sedikit pasien dirujuk. Itu (lahan Puskesmas Bandar Kedungmulyo) tanah kas desa, bukan tanah Pemkab lo. Saya mau hibahkan tanah ini ke Dinkes, karena jauh dari Jombang, dijadikan puskesmas besar yang bisa rawat inap. Minimal bukan pasien Corona tolonglah dirawat di sini. Harapan saya masyarakat ini cepat tertolong. Bukan nunggu SOP terus. Kalau nunggu SOP terus masyarakat habis," terangnya.

Zainal menegaskan penutupan paksa pintu gerbang Puskesmas Bandar Kedungmulyo tidak untuk menghalangi masyarakat yang ingin berobat. Karena pihaknya akan membuka gerbang saat ada pasien datang. Penyegelan tersebut dia lakukan agar mendapat perhatian dari Pemkab Jombang sehingga Kepala Puskesmas Bandar Kedungmulyo segera diganti.

"Saya tidak ingin menghalangi orang berobat. Kalau ada pasien berobat dibuka. Saya ingin mendapatkan perhatian khusus supaya segera teratasi. Tolonglah digantikan kapus yang bisa bekerjasama dengan kami," tandasnya.

Zainal menggembok pintu gerbang Puskesmas Bandar Kedungmulyo pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB. Sehingga sejumlah pegawai puskesmas tersebut tidak bisa keluar. Baru sekitar pukul 13.00 WIB, pintu puskesmas kembali dibuka. Itu setelah Sekda, Kepala Dinkes dan Inspektur Jombang berunding dengan para kades Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

(iwd/iwd)