Kasus COVID-19 di Jatim Disebut Menurun Selama PPKM Level 3-4 25 Juli-2 Agustus

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 15:03 WIB
Jubir Satgas COVID-19 Jatim Dr Makhyan Jibril
Jubir Satgas COVID-19 Jatim Dr Makhyan Jibril (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

PPKM level 3-4 di Jatim diperpanjang hingga 9 Agustus 2021. Satgas COVID-19 Jatim membeberkan evaluasi selama PPKM level 3-4 pada 26 Juli-2 Agustus.

"Selama PPKM ini memang kapasitas testing kita kan naik 2 kali lipat standar WHO, dan memang dikejar semaksimal mungkin kontak erat pasien positif. Sehingga ditemukan kasus aktif yang meningkat drastis. Saat ini testing di Jatim sekitar 80 ribu per pekannya," ujar Jubir Satgas COVID-19 Jatim Makhyan Jibril kepada detikcom, Selasa (3/8/2021).

Jibril menjelaskan dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus COVID-19 di Jatim mulai melandai. Yakni di angka 2-3 ribu kasus per-hari. Selama 8 hari terakhir, ada 37.452 penambahan kasus COVID-19 di Jatim.

"Awalnya dengan testing agresif, kasus harian sampai ditemukan 8.230 kasus pada pertengahan Juli lalu. Sekarang dengan 3T yang tetap masif, kasus harian sudah di bawah 4.000," terangnya.

Untuk BOR sendiri, lanjut Jibril, sudah mulai melandai, khususnya BOR isolasi COVID-19. Di mana saat ini, BOR ICU turun dari 84 persen menjadi 80 persen. Sedangkan BOR isolasi COVID-19 biasa dari 83 persen jadi 69 persen.

Jibril juga menyebut, pasien sembuh di Jatim terus meningkat. Dalam beberapa hari terakhir berada di atas 4 ribu angka kesembuhan di Jatim. Dalam 8 hari terakhir, pasien COVID-19 di Jatim yang sembuh sebanyak 38.828 orang.

"Kasus aktif saat ini tersisa 49.855 kasus. Beberapa waktu lalu sempat di atas 50 ribu. Harapannya terus menurun, warga terus disiplin prokes, segera vaksinasi," imbuhnya.

Sementara, Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim Dr Joni Wahyuhadi mengatakan, pekerjaan rumah di Jatim saat ini ialah menurunkan angka kematian Corona. Selama 8 hari terakhir, angka kematian COVID-19 di Jatim sebanyak 2.824 kasus.

"PR kita saat ini adalah menurunkan angka kematian. Beberapa waktu lalu sempat di atas 7 persen, saat ini angka kematian COVID-19 di Jatim yakni 6,78 persen," ujar Joni.

Joni menjelaskan tingginya angka kematian COVID-19 di Jatim disebabkan banyak pasien yang telat datang ke rumah sakit. Akhirnya, kondisinya memburuk sebelum mendapat perawatan.

"Banyak kasus meninggal di UGD/IGD. Jangan sampai kondisinya saat datang ke rumah sakit memburuk. Jadi apabila bergejala, saturasi sudah turun segera ke rumah sakit, atau konsultasi ke dokter, jangan menunggu kondisi memburuk," tandasnya.

Berikut tambahan kasus, kesembuhan, dan angka kematian di Jatim selama PPKM level 3-4 26 Juli-2 Agustus 2021:

- 26 Juli 2021: 3.157 positif, 4.425 sembuh, 386 meninggal dunia

- 27 Juli 2021: 6.334 positif, 4.965 sembuh, 330 meninggal dunia

- 28 Juli 2021: 6.422 positif, 4.592 sembuh, 397 meninggal dunia

- 29 Juli 2021: 5.505 positif, 3.976 sembuh, 366 meninggal dunia

- 30 Juli 2021: 5.210 positif, 5.023 sembuh, 361 meninggal dunia

- 31 Juli 2021: 4.689 positif, 5.112 sembuh, 320 meninggal dunia

- 1 Agustus 2021: 3.671 positif, 6.007 sembuh, 320 meninggal dunia.

- 2 Agustus 2021: 2.464 positif, 4.728 sembuh, 344 meninggal dunia

(iwd/iwd)