Fakta-fakta Ketua PCNU Jember Didenda Rp 10 Juta Gegara Gelar Akad Nikah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 09:59 WIB
ketua pcnu jember didenda 10 juta
Akad nikah yang digelar Ketua PCNU Jember (Foto: Tangkapan layar)
Jember -

Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin didenda Rp 10 juta karena melanggar penerapan PPKM Level 4 di Jember. Pria yang karib disapa Gus Aab itu menggelar akad nikah putrinya yang mengabaikan prokes yakni menimbulkan kerumunan.

Akad nikah tersebut terjadi pada 28 Juli 2021. Lokasinya di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arifin Dusun Krajan, Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari. Keputusan untuk kasus itu sendiri adalah denda Rp 10 juga atau kurungan 15 hari. Dan Gus Aab memilih denda Rp 10 juta.

Berikut fakta-fakta kasus tersebut:

Viral di medsos

Entah siapa yang pertama mengunggah acara itu di medsos sehingga menjadi viral. Yang pasti Satgas COVID-19 Jember bergerak setelah mendapat laporan adanya acara tersebut.

"Tanggal 28 Juli 2021, di Ponpes Darul Arifin ada pernikahan yang tidak mengikuti prokes. Tanggal 29 kita cek bersama TNI-Polri, dan dilakukan penyelidikan," kata Bupati Jember Hendy Siswanto.

Akad nikah beberapa kali tertunda

Akad nikah yang digelar tanggal 28 Juli tersebut sebelumnya sempat tertunda dua kali. Awalnya akad akan digelar pada 11 Juli. Namun ditunda dan dijadwalkan lagi tanggal 22, tetapi juga ditunda. Dan akhirnya akad nikah jadi digelar pada 28 Juli 2021.

"Kita ini kan menentukan tanggal akad nikah ada hitungannya. Dan sudah diundur-diundur. Sampai toleransinya tanggal 28 itu," kata juru bicara Gus Aab, Taufik.

Akad nikah dihadiri 70-80 orang

Akad nikah yang digelar menghadirkan 70-80 orang. Belum diketahui apakah ada pejabat yang menghadiri acara tersebut. Belum diketahui juga apakah ada undangan yang sengaja disebar untuk acara itu.

"Dalam pemeriksaan terungkap sekian banyak orang yang hadir. Kurang lebih sekitar 70 sampai 80 orang yang," kata Plt Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Pemkab Jember, Erwin Prasetyo.

Didenda bukan dipidana

Kasus ini disidangkan menggunakan Perda Provinsi Jatim. Dalam perda ini disebutkan bahwa Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin bersalah akad nikah yang digelarnya menimbulkan kerumunan.

Dalam sidang yang dilakukan oleh Satpol PP, diputuskan bahwa Gus Aab didenda Rp 10 juta atau kurungan 15 hari. Dan Gus Aab lebih memilih denda.

Kasus ini tidak masuk dalam pidana karena tidak menggunakan UU Kekarantinaan yang penindakannya dilakukan oleh polisi.

"Jadi kita gunakan Perda Provinsi Jawa Timur nomor 2 tahun 2020," kata Plt Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Pemkab Jember Erwin Prasetyo.

Ditanya mengapa tidak menggunakan UU Kekarantinaan, Erwin menjawab hal itu bukan ranah dari Satpol PP. Sebab tugas dari satpol PP adalah penegakan perda.

"Karena domain kami hanya peraturan daerah. Kalau satpol PP penegak Perda," tegas Erwin.

Menurut Erwin, penegakan UU Kekarantinaan merupakan ranah dari penegak hukum. Sehingga Satpol PP tidak bisa menjatuhkan sanksi berdasar peraturan tersebut.

"Kalau Undang-undang itu domainnya penyidik umum atau kepolisian," pungkas Erwin.

Simak juga video 'Menikah Saat PPKM, Rp 5 Juta Cukup Kok':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)