Saat PKL dan Ojol di Jombang Diajak Gelorakan Semangat Lawan COVID-19

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 18:54 WIB
Para PKL dan ojol di Jombang diajak mengibarkan Bendera Merah Putih. Aksi ini untuk menggelorakan semangat perjuangan melawan pandemi COVID-19.
Para PKL dan ojol di Jombang diajak mengibarkan Bendera Merah Putih/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jombang -

Para PKL dan ojol di Jombang diajak mengibarkan Bendera Merah Putih. Aksi ini untuk menggelorakan semangat perjuangan melawan pandemi COVID-19.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho turun ke jalan mengajak para tukang ojol mengibarkan Bendera Merah Putih. Ia membagikan bendera kecil ke para tukang ojek dan pengendara yang melintas di Bundaran Ringin Contong.

"Bendera Merah Putih ini melambangkan perjuangan. Saat ini angka COVID-19 di Indonesia masih tinggi. Makanya menyambut HUT Kemerdekaan RI ini merah putih sebagai penanda semangat kita melawan pandemi," kata Agung kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Pada kesempatan itu, Agung juga membagikan bantuan sembako ke para PKL di sekitar Taman Ringin Contong sambil mengedukasi pedagang terkait prokes. Sedangkan pada Minggu (1/8) malam, para PKL di sepanjang Jalan dr Sutomo dan Jalan Kusuma Bangsa memasang Bendera Merah Putih di lapak masing-masing.

Aksi para PKL terjadi saat AKBP Agung menggelar patroli skala besar PPKM level 4. "Untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI, kita kan masih terdampak pandemi COVID-19. Maka kami bersama masyarakat kompak mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol melawan pandemi," imbuh Agung.

Seperti biasa, polisi menertibkan para PKL yang masih buka pada jam yang dilarang, dengan cara humanis. Petugas mengedukasi para pedagang agar senantiasa mematuhi prokes dan tidak melayani makan di tempat. Mereka juga membagikan sembako ke para PKL.

"Kami lakukan operasi yustisi secara humanis. Kami tekankan edukasi ke masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19," tegasnya.

Perwakilan PKL Jalan dr Sutomo, Agus menjelaskan, PPKM Darurat maupun level 4 membuat para pedagang terpukul. Karena omzet penjualan mereka turun drastis imbas pembatasan jam berjualan.

"Harapan kami PPKM tidak diperpanjang lagi karena berdampak pada perputaran ekonomi. Kedua, hasil penjualan kami semua menurun, dampaknya sangat luar biasa," jelasnya.

Meski begitu, Agus dan kawan-kawannya terus berkomitmen mematuhi prokes dan tidak melayani pembeli yang ingin makan di tempat. Komitmen tersebut sejalan dengan aksi pengibaran Bendera Merah Putih yang menggambarkan semangat para PKL tak menyerah dengan keadaan.

"Di masa pandemi yang belum berakhir, saya mewakili teman-teman PKL agar selalu mematuhi prokes, kami komitmen. Para pengunjung tidak makan di tempat agar penularan COVID-19 tidak berkelanjutan," pungkasnya.

(sun/bdh)