BIN Vaksinasi Warga di Daerah Terpencil Trenggalek

Adhar Muttaqien - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 19:21 WIB
bin vaksinasi di daerah terpencil trenggalek
Salah satu warga divaksinasi (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Upaya percepatan vaksinasi COVID-19 terus dilakukan oleh berbagai lembaga di Trenggalek. Salah satunya adalah Badan Intelijen Negara (BIN) yang menggelar vaksinasi di daerah terpencil.

Kepala BIN Daerah Jawa Timur Marsma TNI Rudy Iskandar mengatakan program vaksinasi di Trenggalek digelar di Desa Sengon, Kecamatan Bendungan. Daerah tersebut dipilih karena berada di kawasan pegunungan dan relatif terpencil.

"Saya pikir ini tepat karena wilayahnya juga cukup jauh dari puskesmas, medannya juga naik turun gunung," kata Rudy kepada wartawan, Minggu (1/8/2021).

Pada vaksinasi ini, BIN dan petugas vaksinator melakukan penyuntikan dengan mendatangi langsung sejumlah rumah warga atau door to door. Cara ini dinilai akan mempercepat capaian vaksinasi yang ditargetkan oleh pemerintah.

"Harapannya herd immunity di Desa Sengon ini terjaga. Door to door ini untuk membantu program pemerintah," jelasnya.

Selain mendatangi langsung rumah-rumah warga, petugas juga menyediakan posko vaksinasi di salah satu rumah tokoh masyarakat. Posko tersebut memberikan layanan vaksin terhadap ratusan masyarakat setempat.

Dalam program vaksin tersebut, BIN menyediakan 2.000 dosis, dengan target sasaran masyarakat di daerah terpencil, pondok pesantren hingga Madrasah Tsanawiyah.

"Terget door to door dan besok pelaksanaan di pondok pesantren, sebanyak 2.000," jelasnya.

Sementara itu Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, mengaku cukup terbantu dengan serbuan vaksinasi dari BIN, terlebih pasokan vaksin dari pemerintah pusat sangat terbatas.

"Kami memang ingin mempercepat target capaian vaksin, tapi kita sama-sama tahu bahwa vaksin sudah ditata sedemikian rupa oleh pemerintah. Dan Alhamdulillah cukup cepat, sehingga kami kekurangan vaksin," kata Arifin.

Menurut Arifin, tambahan 2.000 dosis vaksin dari BIN dinilai akan menambah capaian suntikan vaksin di Trenggalek. Terlebih alokasi vaksin itu diperuntukkan pada daerah-daerah yang sulit dijangkau.

"Daerah ini cukup jauh dari puskesmas, sehingga ini mempermudah masyarakat," imbuhnya.

Arifin mengaku di Trenggalek pihaknya telah menyuntikkan 120 ribu dosis vaksin ke-1 dan 2 atau sekitar 10-12 persen dari total sasaran. " Trenggalek dari 580 ribu yang harus disuntik dengan dua dosis, berarti kita butuh 1,6 juta dosis," jelas Arifin.

Program vaksinasi yang digelar di Desa Sengon ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Salah seorang warga Dyah Rahayuning Triasrini mengaku tidak harus ke puskemas untuk mendapatkan suntikan vaksin. "Saya rasa baik ya, karena di sini sudah disiapkan (vaksin) sama timnya. Alhamdulillah satu keluarga sudah divaksin, semoga pandemi segera berakhir, indonesia sehat," kata Dyah.

(iwd/iwd)