Ini Rekomendasi Unair untuk Tangani COVID-19

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 11:49 WIB
Guru besar (Gubes) di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya memberi rekomendasi untuk menangani pandemi COVID-19. Rekomendasi ini disampaikan dalam aksi bertajuk Gebrak COVID-19 atau Gerakan Aksi Bersama Serentak Tanggulangi COVID-19.
Aksi bertajuk Gebrak COVID-19/Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom
Surabaya -

Guru besar (Gubes) di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya memberi rekomendasi untuk menangani pandemi COVID-19. Ada rekomendasi umum dan khusus.

Rekomendasi ini diserahkan secara simbolis pada Menko Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Satgas Nasional Penanganan COVID-19 Letjen Ganip Warsito hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara virtual melalui zoom meeting.

Ada 56 gubes yang aktif dan telah pensiun ikut merumuskan rekomendasi ini. Ketua Tim Perumus Rekomendasi Gubes FK Unair, Prof Dr dr Hendi Hendarto mengatakan, rekomendasi ini merupakan formula yang disumbangkan para gubes untuk membantu pemerintah menangani pandemi COVID-19.

"Pemecahan masalah harus dilakukan di hulu dan hilir. Program Gebrak fokus pada pemecahan masalah, baik di masyarakat atau di hilir atau fasilitas kesehatan," kata Prof Hendi saat membacakan rekomendasi via zoom meeting yang dilihat detikcom di Surabaya, Jumat (30/7/2021).

Prof Hendi menambahkan ada rekomendasi umum dan khusus. Rekomendasi umum diberikan pada seluruh komponen, sedangkan rekomendasi khusus diberikan pada masyarakat sebagai hulu hingga hilir dari fasilitas kesehatan hingga perguruan tinggi.

Berikut rekomendasi lengkap dari Gubes FK Unair:

Rekomendasi Umum

1. Seluruh komponen bangsa harus memahami dan punya persepsi yang sama bahwa saat ini negara sedang krisis dan dalam kondisi darurat, sehingga diperlukan tindakan prioritas yang langsung berdampak pada perbaikan di masyarakat.

2. Diperlukan partisipasi seluruh komponen bangsa untuk bahu membahu dan bergotong-royong mengatasi pandemi beserta dampak yang ditimbulkan, yang interaksi dengan anggaran dan fasilitas.

3. Semua kegiatan gerakan aksi bersama serentak tanggulangi COVID-19 harus sinergi dan terkoordinasi dengan satgas COVID-19 pusat maupun daerah sehingga menjadi fokus.

4. Perlu penguatan pemanfaatan sistem teknologi informasi dan komunikasi serta mengikutsertakan akademisi untuk menjaga validitas data.

Rekomendasi Khusus

1. Hulu: Masalah di masyarakat/komunitas

Masyarakat adalah kelompok yang paling terdampak pandemi COVID-19. Mereka yang paling menderita dan harus segera ditolong. Rekomendasi mengatasi masalah hulu ini diharapkan dapat menekan beban fasilitas pelayanan kesehatan.

Rekomendasi berdasarkan prioritas

a. Penguatan pendampingan isolasi mandiri oleh tenaga kesehatan dengan mengoptimalkan teknologi telemedicine sesuai panduan Satgas COVID-19 termasuk melengkapi oximeter sesuai kebutuhan, dengan melibatkan peran perguruan tinggi, dan bersinergi serta berkoordinasi dengan institusi terkait. Perlu perhatian pada kelompok rentan di masyarakat yaitu usia lanjut, ibu hamil, bayi, anak, orang dengan komorbid serta kehati-hatian pada klaster keluarga.

b. Penguatan Satgas COVID-19 tingkat lokal RT, RW dan partisipasi penuh karang taruna organisasi pemuda kampung tangguh melibatkan tokoh masyarakat, tokoh Agama, instansi terkait dan melibatkan peran serta perguruan tinggi termasuk di dalamnya edukasi dan sosialisasi progress 6M dan 3T secara terus-menerus.

C. Membuka komunikasi online untuk masyarakat yang membutuhkan informasi penting yang sesuai panduan Satgas COVID-19 dan mengikutsertakan perguruan tinggi di lingkungan daerah tersebut.

2. Hilir: masalah di fasilitas kesehatan/intrahospital

Telah terjadi gap atau ketidakseimbangan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang berarti lonjakan (overcapacity) pasien dan kekurangan (under capacity) sarana dan SDM

Pemecahan masalah dilakukan dengan:

1. Mengatasi kekurangan sarana dan SDM dengan menambah tenaga, fasilitas kesehatan dan perhatian pada keselamatan serta kesejahteraan tenaga kesehatan.

2. Mengatasi lonjakan pasien dengan mengurangi jumlah pasien, yang diharapkan secara bertahap dapat diatasi dengan mengatasi masalah hulu di masyarakat.

Tonton juga Video: 2 Progres Vaksin Merah Putih Tercepat: Buatan Eijkman dan UNAIR

[Gambas:Video 20detik]