Kejaksaan Warning Jangan Coba Bermain dengan Penyaluran Bansos di Sidoarjo

Suparno - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 15:43 WIB
bansos di sidoarjo
Penyerahan bansos ke warga Sidoarjo (Foto: Suparno)
Sidoarjo -

Kejari Sidoarjo mengawasi penyaluran bantuan beras dan bantuan sosial tunai (BST). Diingatkan agar tidak ada yang bermain-main dan menyalahgunakan bantuan tersebut.

Bantuan dari Kemensos berupa beras 10 kilogram dan BST senilai Rp 600 ribu mulai dibagikan kepada warga penerimanya hari ini, Kamis (29/7). Bantuan beras disalurkan lewat bulog. Sementara BST disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Di Sidoarjo, jumlah penerima bantuan beras 10 kilogram mencapai 83.278 keluarga. Jumlah beras yang digelontorkan sebanyak 832.780 kilogram.

Sementara untuk jumlah penerima BST di Sidoarjo mencapai 45.419 keluarga. Masing-masing mendapatkan BST tiga bulan Juli-September masing-masing Rp 300 ribu per bulan.

Kajari Sidoarjo Arief Zahrulyani memantau langsung pembagian bantuan beras di Desa Sepande, Candi dan Desa Ganting, Gedangan. Arief mengawasi penyaluran bantuan itu untuk memastikan tepat sasaran kepada masyarakat penerima.

"Kita memastikan bantuan tepat sasaran agar tidak ada yang main-main dan tidak ada penyimpangan," kata Arief usai membagikan beras di Balai Desa Sepande, Kamis (29/7/2021).

Di tempat sama Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali yang akrab dipanggil Gus Muhdlor mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kejari Sidoarjo untuk mengawasi penyerahan bantuan. Bantuan itu harus sampai ke masyarakat yang membutuhkan terutama yang terdampak COVID-19.

"Kemarin kita video conference dengan Kejagung terkait hal ini di mana mereka siap mengawal," kata Gus Muhdlor.

(iwd/iwd)