Awas, Calo Donor Plasma Konvalesen Gentayangan di Surabaya

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 17:08 WIB
Kabag Pelayanan dan Humas PMI Surabaya, dr Martono Adi Trijogo
Kabag Pelayanan dan Humas PMI Surabaya, dr Martono Adi Trijogo (Foto: Esti Widiyana/detiklcom)
Surabaya -

Kebutuhan plasma konvalesen saat pandemi COVID-19 banyak dicari. Terlebih memberikan informasi melalui medsos. Namun, hal tersebut menjadi celah oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menipu, dengan modus memiliki calon pendonor.

Kabag Pelayanan dan Humas PMI Surabaya, dr Martono Adi Trijogo mengatakan di Surabaya sudah ada modus tersebut. Bahkan saat orang membutuhkan plasma konvalesen, calo memanfaatkan situasi dan kepanikan keluarga pasien.

"Saya rasa di Surabaya ada, tapi ini kan coba kita atasi, kita memberikan spanduk. Jadi kalau minta plasma konvalesen langsung ke PMI saja, soalnya yang ditakutkan calo. Itu kan karena mereka bingung untuk mencari plasma, sedangkan plasma di Surabaya nggak ada. Mungkin ada orang lain, orang yang lewat 'itu saya punya pendonor'," kata Martono kepada wartawan di UTD PMI Surabaya, Rabu (28/7/2021).

Dia mengungkapkan kasus itu terjadi bulan Juni 2021 di UTD PMI. Beruntung sudah ditangani polisi.

"Kapan hari 2 atau 3 minggu yang lalu, sempat ada polisi (Datang) ke sini tapi sudah diatasi. (Pekerjaan) Calo, iya ada," ujarnya.

Para calo itu, jelas dia, akan memanfaatkan situasi dengan mempertemukan pendonor dengan pasien. Sebab, orang yang membutuhkan plasma pasti terburu-buru, panik dan menyampaikan melalui medsos.

Baca juga: Hati-hati Tertipu Saat Butuh Plasma Konvalesen

"Orang butuh plasma konvalesen kan panik, akhirnya ngeshare di medsos, akhirnya ada yang memanfaatkan medsos itu. Mungkin dia punya pendonor atau orang yang mungkin mencari kesempatan, orang yang mencari donor plasma konvalesen di medsos dihubungi. Akhirnya dipertemukan pendonor dengan pasien, itu nggak boleh memang," jelasnya.

Martono menegaskan PMI tidak pernah mencantumkan nama dan alamat pendonor di kantong donor konvalesen. Sebab jika bertemu, akan terjadi transaksi. Makanya, selama ini tidak pernah dilakukan pertemuan antara pasien dengan pendonor.

"Apa lagi tahu sakit, 'oh saya ditolong sama si B', akhirnya dia merasa berhutang budi. Sebaliknya, yang nolong tahu alamatnya rumahnya di sini, mungkin namanya orang butuh sesuatu dia datang 'dulu kamu saya tolong, sekarang saya butuh'," ceritanya.

"Kita mengimbau untuk yang membutuhkan donor plasma konvalesen langsung ke UTD PMI Surabaya. Syaratnya sama di seluruh Indonesia dan untuk harga," tambahnya.

Harga plasma konvalesen di UTD PMI adalah Rp 2.250.000 tidak lebih. Jika ada harga lebih dari itu, maka kemungkinan dari oknum.

"Kita sampaikan banyak di media atau tempat kami harganya sebetulnya Rp 2.250.000/kantong. Tapi nggak tahu di luar mungkin ada harganya yang lebih dari itu, mungkin oknum-oknum," pungkasnya.

(fat/fat)