Penipuan Terkait Plasma Konvalesen Jadi Perhatian Polisi Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 16:40 WIB
Ilustrasi Penipuan
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Surabaya -

Banyak pasien COVID-19 membutuhkan plasma konvalesen, sehingga ada orang yang memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan penipuan. Soal itu kini menjadi perhatian polisi Surabaya.

Satgas Gakkum Operasi Aman Nusa II Polrestabes Surabaya akan melakukan pengawasan agar tidak terjadi aksi penipuan soal plasma konvalesen. Seperti yang disampaikan Kasatgas Gakkum Operasi Aman Nusa II, AKBP Oki Ahadian.

"Kami yang tergabung dalam Satgas Gakkum Operasi Aman Nusa II akan memonitoring hal tersebut," kata Oki saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (28/7/2021).

Oki yang juga menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menambahkan, Satgas Gakkum fokus dalam penegakan hukum terkait pidana yang berkaitan dengan penanganan pandemi COVID-19. Ia lalu mengimbau masyarakat yang menemukan pelanggaran atau aksi penipuan agar segera melapor.

"Silakan jika ada yang menjadi korban silakan melaporkan. Akan kita proses," ungkap Oki.

Sebelumnya, PMI Jatim menerima laporan penipuan dari Sidoarjo. Orang yang membutuhkan plasma konvalesen diminta untuk transfer uang. Namun setelah uang dikirim, tidak ada pendonornya.

Modus penipuan terkait plasma konvalesen biasanya penipu memanfaatkan sosmed. Sebab, saat ini banyak yang membutuhkan plasma konvalesen bercerita di sosmed. Itu pun menjadi peluang untuk penipu.

Sekretaris PMI Jatim, dr Edi Purwinarto berpesan kepada masyarakat yang membutuhkan plasma konvalesen, untuk langsung berhubungan dengan UDD PMI. Jangan langsung berhubungan dengan calon pendonor.

(sun/sun)