Insentif untuk Nakes di Surabaya Sudah Cair

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 16:43 WIB
Dana insentif untuk nakes dan tenaga penunjang dalam penanganan pasien COVID-19 di Kota Surabaya sudah cair. Dana insentif ini sudah dicairkan Pemkot Surabaya sejak Jumat (9/7).
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara/Foto: Istimewa
Surabaya -

Dana insentif untuk nakes dan tenaga penunjang dalam penanganan pasien COVID-19 di Kota Surabaya sudah cair. Dana insentif ini sudah dicairkan Pemkot Surabaya sejak Jumat (9/7).

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, dana yang cair ini pada periode Oktober hingga Desember 2020 dan Januari hingga Juni 2021.

Febri mengatakan, insentif untuk nakes pada 2020 sudah dicairkan oleh pemkot dan ditransfer ke rekening masing-masing.

"Iya, sudah. Silakan dicek rekeningnya masing-masing. Sudah kita lunasi yang tahun 2020," kata Febri di Surabaya, Selasa (27/7/2021).

Sedangkan untuk insentif pelayanan COVID-19 periode Januari hingga Juni 2021, sudah mulai dicairkan Pemkot Surabaya sejak Jumat (23/7) dan paling lambat dicairkan pada Senin (26/7).

Febri mengungkapkan, Pemkot Surabaya sudah menganggarkan dana insentif nakes sekitar Rp 89 miliar pada tahun 2021 ini. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan anggaran untuk dana insentif pelayanan COVID-19.

"Jadi, total untuk anggaran dana insentif nakes itu sekitar Rp 89 miliar," ujarnya.

Febri memaparkan insentif ini diberikan kepada nakes mulai dari Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Mereka yang menerima insentif ini sudah bekerja keras melayani pasien COVID-19 di Kota Surabaya.

"Ini diberikan untuk nakes yang melayani COVID-19," kata Febri.

Di kesempatan yang sama, Febri mengatakan, keterlambatan pencairan dana insentif pelayanan COVID-19 karena Pemkot Surabaya harus melakukan proses refocusing anggaran. Febri berharap nakes bisa mengerti dan memahami adanya proses ini.

"Saya harap semua bisa mengerti ya, bahwa proses anggaran itu bila tidak dianggarkan sedari awal, ya tidak bisa. Sehingga harus melalui proses refocusing dan revisi anggaran," paparnya.

Nantinya, insentif nakes akan diberikan setiap bulan. Melalui insentif ini, Febri berharap dapat menjadi penyemangat bagi nakes yang sedang berjuang sebagai garda terdepan dalam penanganan COVID-19 di Kota Pahlawan.

"Insentif ini untuk selanjutnya diharapkan dapat diberikan setiap bulan kepada nakes," pungkas Febri.

(sun/sun)